Kabar duka datang dari dunia bisnis Indonesia. Pengusaha sekaligus pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) siang pukul 13.15 waktu Singapura.
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh manajemen PT Djarum melalui Corporate Communication Senior Manager, Budi Darmawan.
Michael dikenal sebagai salah satu konglomerat paling berpengaruh di Indonesia. Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia konsisten masuk daftar orang terkaya di Tanah Air.
Dari Pabrik Rokok ke Kerajaan Finansial
Warisan bisnis keluarga bermula dari sang ayah, Oei Wie Gwan, yang mendirikan Djarum di Kudus pada 1951.
Setelah kebakaran besar dan wafatnya sang ayah pada 1963, Michael dan Robert mengambil alih—keputusan yang kemudian mengubah Djarum menjadi raksasa industri rokok nasional.
Namun lonjakan kekayaan terbesar justru datang dari investasi strategis mereka di Bank Central Asia (BCA), yang kini menjadi bank swasta terbesar di Indonesia.
Jejak Bisnis yang Menggurita
Tak hanya rokok dan perbankan, kerajaan bisnis Hartono merambah berbagai sektor:
Elektronik melalui Polytron
Perkebunan sawit di Kalimantan Barat
Properti dan real estat skala besar
Dengan diversifikasi ini, keluarga Hartono menjadi salah satu motor penting pertumbuhan ekonomi nasional.
Akhir Era Salah Satu Konglomerat Terbesar
Kepergian Michael Bambang Hartono menandai berakhirnya satu era penting dalam dunia bisnis Indonesia—dari industri rokok tradisional hingga dominasi sektor keuangan modern.
Warisan bisnisnya kini menjadi fondasi kuat yang akan terus memengaruhi peta ekonomi Indonesia ke depan.








