Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan Bersatu di Lagu Rock “Budak Iblis”

- Penulis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Legenda rock Indonesia, Ikang Fawzi kembali menghadirkan karya baru berjudul “Budak Iblis”, sebuah lagu bernuansa rock dengan pesan sosial yang kuat. Dalam proyek ini, ia berkolaborasi dengan dua musisi senior sekaligus saudara iparnya, Ekki Soekarno dan Gilang Ramadhan, yang tergabung dalam kolektif BIL (Brother In Law).

 

Kritik Sosial: FOMO dan Ketamakan Manusia

Lagu “Budak Iblis” hadir sebagai refleksi terhadap fenomena sosial di era modern. Melalui liriknya, Ikang menyoroti tekanan gaya hidup yang kerap membuat manusia terjebak dalam ketidakpuasan, rasa iri, dan ketamakan.

Menurut Ikang, fenomena FOMO (Fear of Missing Out) mendorong banyak orang untuk mengejar gaya hidup berlebihan hingga melupakan nilai kemanusiaan. Ambisi yang tak terkendali bahkan bisa membuat seseorang tega merampas hak orang lain demi memenuhi keinginan pribadi.

Baca Juga :  Nath The Lions Kembali dengan “INTIS SEMALAM” Bernuansa Reggae Rock

 

Aransemen Rock Kuat dengan Sentuhan Unik

Secara musikal, lagu ini menawarkan aransemen rock yang solid. Ekki Soekarno berperan sebagai arranger sekaligus mengisi gitar dan bass, menciptakan fondasi musik yang kokoh. Sementara itu, Gilang Ramadhan menghadirkan eksplorasi ritme melalui konsep Drum Rhythm Sawah, memberikan nuansa organik yang kuat namun tetap bertenaga.

Lagu ini juga dibuka dengan doa Nabi Yunus AS, “La ilaha illa anta, Subhanaka inni kuntu minadzolimin” — sebuah pengakuan dosa yang menjadi pengantar menuju pesan utama lagu tentang keserakahan manusia.

Baca Juga :  Starrducc Rilis Album 'Starrducc III' Melalui Label Jepang P-VINE Records

 

Pesan Moral: Harta Tak Dibawa Mati

Melalui “Budak Iblis”, BIL ingin mengingatkan bahwa harta, jabatan, dan ambisi dunia tidak akan dibawa mati. Yang tersisa hanyalah amal dan perbuatan baik.

Ikang menegaskan bahwa budaya sejati masyarakat Indonesia adalah berbagi dan saling menjaga, bukan serakah apalagi merampas hak orang lain.

Kini lagu “Budak Iblis” sudah tersedia di berbagai platform streaming digital, mengajak pendengar berhenti sejenak untuk merenung: apakah kita masih mengendalikan diri sendiri, atau justru telah menjadi “budak iblis”.

Follow WhatsApp Channel dapurletter.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jakarta Rocktober 2026 Hadirkan Rocknroll Theatre, Padukan Musik Rock dan EDM
E-Voucher Konser Avenged Sevenfold di JIS Sudah Dikirim, Penonton Diminta Rahasiakan QR Code
Flora Liu dari Shanghai Hadir di Jakarta, A Tribute to Teresa Teng Libatkan Kris Dayanti dan Putri Ayu
35 Tahun Perjalanan Pestolaer Dirayakan Lewat Album Tribute Nothing Best but Friends
Charlie Lim Bawa DAYDREAM ke Indonesia, Gelar Listening Party Eksklusif di SUB0 Family
BORN OF FREEDOM Rilis MURDER CRY, Album D-Beat Crust Nightmare dari Medan
Starrducc Bawa Nama Bogor ke Jepang, Siap Tampil di Music Lane Festival Okinawa 2027
Ungu Rayakan 30 Tahun Berkarya Lewat Konser “Waktu Yang Dinanti: Final Chapter”

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 02:46 WIB

Jakarta Rocktober 2026 Hadirkan Rocknroll Theatre, Padukan Musik Rock dan EDM

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:46 WIB

E-Voucher Konser Avenged Sevenfold di JIS Sudah Dikirim, Penonton Diminta Rahasiakan QR Code

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Flora Liu dari Shanghai Hadir di Jakarta, A Tribute to Teresa Teng Libatkan Kris Dayanti dan Putri Ayu

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:25 WIB

35 Tahun Perjalanan Pestolaer Dirayakan Lewat Album Tribute Nothing Best but Friends

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Charlie Lim Bawa DAYDREAM ke Indonesia, Gelar Listening Party Eksklusif di SUB0 Family

Berita Terbaru

error: Content is protected !!