Setelah membuka fase baru lewat single “Where Have You Been” pada Oktober 2025, band indie rock asal Jakarta Holy City Rollers kembali merilis karya terbaru berjudul “Love It or Hate It” pada 5 Maret 2026.
Lagu ini menjadi langkah lanjutan menuju album penuh kedua mereka, Mystery of Sound, yang dijadwalkan rilis pada pertengahan tahun ini.
Jika single sebelumnya terasa lebih reflektif dan personal, “Love It or Hate It” hadir dengan sikap yang jauh lebih tegas. Lagu ini mengangkat pengalaman yang cukup dekat dengan banyak orang—ketika sosok yang kita kagumi atau anggap sefrekuensi ternyata memiliki sudut pandang yang berbeda.
Vokalis sekaligus gitaris Mesa Sinaga menjelaskan bahwa lagu ini berangkat dari situasi tersebut.
“Lagu ini tentang melihat idol lo dalam some sense, tapi ternyata perspektifnya beda sama lo. Tapi nggak apa-apa. Love it or hate it.”
Alih-alih menjadikan perbedaan sebagai konflik yang harus dimenangkan, Holy City Rollers justru melihatnya sebagai bagian dari proses kedewasaan. Lagu ini menyampaikan gagasan bahwa tidak semua perbedaan harus dipaksakan menjadi selaras—ada ruang untuk menerima dan melanjutkan langkah.
Dari sisi produksi, “Love It or Hate It” diproduseri langsung oleh Holy City Rollers bersama Franki Indrasmoro. Sementara itu, artwork single digarap oleh Angela Judiyanto, memperkuat identitas visual rilisan ini.
Single berdurasi 3 menit 29 detik tersebut kini sudah tersedia di berbagai platform digital streaming. Video musiknya juga dijadwalkan segera tayang melalui kanal YouTube resmi Holy City Rollers.
Berawal dari skena side stream pertengahan 2000-an, Holy City Rollers dikenal lewat racikan rock alternatif yang melodis dan penuh energi. Nama mereka sempat menguat di berbagai arus musik independen Jakarta dan kota-kota lain lewat album debut First Chapter of Allordia yang dirilis pada 2007.
Kini, hampir dua dekade sejak kemunculan awal mereka, band ini bersiap melanjutkan perjalanan musikalnya lewat album kedua bertajuk Mystery of Sound, yang diproyeksikan menjadi babak baru dalam evolusi suara mereka.








