Berita Umum

Forum “Beda Masa Satu Rasa” Himpun Musisi Lintas Generasi Menjelang Hari Musik Nasional

Menjelang peringatan Hari Musik Nasional 2026, pelaku industri musik dari berbagai generasi berkumpul dalam forum diskusi bertajuk “Beda Masa Satu Rasa”, yang digelar di CC Cafe at Nancy’s Place, Jakarta, Kamis (5/3).

Acara ini menghadirkan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha sebagai keynote speaker, bersama musisi dan produser Harry Koko Santoso. Forum ini menjadi ruang pertemuan strategis bagi musisi, produser, dan pegiat industri kreatif untuk membahas dinamika serta masa depan ekosistem musik Indonesia di era transformasi digital.

Inisiatif ini digagas oleh komunitas Cita Svara Indonesia (CSI), yang berfokus memperkuat kolaborasi antar pelaku musik sekaligus menjaga kesinambungan nilai dan identitas musik nasional.

Tema “Beda Masa Satu Rasa” dirancang untuk menonjolkan pertemuan perspektif antar generasi—dari musisi yang tumbuh di era industri analog hingga generasi digital yang terbiasa dengan platform streaming dan media sosial.

Diskusi dihadiri sejumlah tokoh musik, termasuk Connie Constantia, Tony TSA, Oleg Sanchabakhtiar, Gideon Momongan, Firdaus Fadlil, Jimmy Turangan, Liza Maria, dan Erby Dwitoro. Kehadiran Addie MS, komposer dan konduktor ternama, menambah warna dalam dialog tentang perkembangan musik nasional. Forum dipandu oleh Lodewyk Ticoalu, sementara Connie Constantia menyuguhkan penampilan musik yang menambah nuansa artistik dalam acara.

Dalam paparan utamanya, Giring Ganesha menyoroti perubahan besar yang dibawa teknologi digital terhadap industri musik. Menurutnya, musisi modern tidak hanya dituntut untuk menciptakan karya, tetapi juga memahami ekosistem industri secara menyeluruh.

“Sekarang musik tidak hanya bicara soal siapa penciptanya atau siapa penyanyinya. Seorang artis atau band harus memahami banyak hal, mulai dari bisnis musik, storytelling karya, hingga pemanfaatan media sosial,” papar Giring.

Giring menekankan bahwa adaptasi dengan platform digital dan strategi branding personal kini menjadi bagian krusial agar karya musik tetap relevan dan menjangkau audiens lebih luas.

Forum “Beda Masa Satu Rasa” bukan sekadar diskusi, tetapi juga refleksi lintas generasi tentang bagaimana musik Indonesia tetap mempertahankan identitasnya di tengah globalisasi dan perkembangan teknologi.

Acara ini diharapkan menjadi contoh nyata kolaborasi pelaku musik lintas generasi, sekaligus mendorong sustainabilitas ekosistem musik nasional di masa depan.

error: Content is protected !!