Setelah sukses dengan single perdana “EGP”, musisi multitalenta Sundanis kembali merilis karya terbaru berjudul “Bad Mood”, sebuah single duet bersama model asal Bandung, Uiendha.
Tak butuh waktu lama sejak debutnya di bawah label FloorInc, Sundanis langsung tancap gas dengan karya kedua yang masih mengusung warna hipdut — perpaduan hip hop dan dangdut yang menjadi ciri khasnya.
Terinspirasi Emosi Sehari-hari
Single “Bad Mood” lahir dari pengalaman personal yang sangat relatable.
Lagu ini bercerita tentang perubahan suasana hati yang datang tiba-tiba — misalnya saat bersama pasangan, lalu muncul hal kecil yang memicu emosi dan merusak mood.
Secara produksi, lagu ini tergolong unik karena:
Rampung hanya dalam satu hari
Mengalami perubahan aransemen total secara spontan
Hadir khusus dalam format duet
Berbeda dari “EGP” yang memiliki versi solo dan duet, “Bad Mood” sejak awal memang dirancang sebagai kolaborasi.
Lanjutkan Jejak Sukses “EGP”
Single sebelumnya, “EGP”, telah meraih lebih dari 1,2 juta pendengar di Spotify, menjadi pijakan kuat bagi perjalanan musik Sundanis.
Melalui “Bad Mood”, ia menargetkan pencapaian yang lebih luas:
Menjangkau lebih banyak pendengar Indonesia
Menembus batas bahasa lewat kekuatan melodi
Memperkuat posisi hipdut di industri musik nasional
Menurutnya, musik tetap bisa dinikmati meski lirik tidak sepenuhnya dipahami, karena bahasa musik bersifat universal.
Hipdut Makin Diterima, Termasuk Gen Z
Pengagum Doel Sumbang ini melihat perkembangan hipdut saat ini semakin positif.
Genre ini:
Tidak lagi terbatas pada komunitas tertentu
Mulai diterima oleh pendengar lintas generasi
Bahkan menjangkau kalangan Gen Z
Hipdut juga dinilai memberi warna baru dalam lanskap hip hop Indonesia, dengan potensi menembus pasar internasional.
Lagu “Bad Mood” resmi tersedia di seluruh platform musik digital mulai 27 Februari 2026.













