Band punk rock legendaris, Sex Pistols, resmi mengumumkan tur perayaan 50 tahun punk bertajuk “Anarchy in the UK” yang digelar musim dingin 2026. Tur ini menandai setengah abad ledakan gerakan punk yang mereka nyalakan sejak 1976.
Formasi tur kali ini menghadirkan tiga personel klasik: Steve Jones (gitar), Paul Cook (drum), dan Glen Matlock (bass), dengan tambahan vokalis Frank Carter. Sementara itu, vokalis asli John Lydon dipastikan tidak terlibat menyusul perselisihan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Jadwal Tur “Anarchy in the UK” 2026
Rangkaian konser akan dimulai Desember mendatang dan menyambangi sejumlah kota besar Inggris serta Irlandia:
7 Desember – 3 Arena – Dublin
9 Desember – Corn Exchange – Edinburgh
10 Desember – O2 Academy – Glasgow
18 Desember – Brixton Academy – London
20 Desember – Eventim Apollo – London
Tiket mulai dijual untuk umum pada Jumat, 27 Februari pukul 09.00 waktu setempat.
Kilas Balik 1976: Awal Ledakan Punk
Tepat 50 tahun lalu, pada 1976, Sex Pistols memulai serangkaian pertunjukan yang memicu kekacauan di London. Mereka tampil di venue-venue legendaris seperti The Marquee Club, 100 Club, The Nashville, hingga klub strip El Paradiso, sebelum berkeliling Inggris menyebarkan semangat punk yang mentah dan memberontak.
Pada Mei 1976, mereka masuk studio untuk merekam materi album ikonik Never Mind the Bollocks, Here’s the Sex Pistols, yang kemudian menjadi fondasi gerakan punk global.
Konser 4 Juni 1976 di Lesser Free Trade Hall, Manchester, disebut-sebut menginspirasi lahirnya band-band besar seperti Joy Division, New Order, The Smiths, The Fall, hingga Buzzcocks.
Momen penting lainnya terjadi di acara 100 Club Punk Special pada September 1976, ketika Sex Pistols memimpin gelombang baru musik underground yang kemudian menembus arus utama. Pada Oktober tahun yang sama, mereka menandatangani kontrak dengan EMI dan merilis single Anarchy in the U.K., lagu yang menangkap kemarahan satu generasi.
Paul Cook: “Seperti Serangan Komando”
Drummer Paul Cook mengenang masa awal band sebagai periode penuh spontanitas.
“Rasanya seperti serangan komando. Banyak tempat bahkan tidak tahu kami akan bermain di sana. Kami datang, menyiapkan peralatan, lalu langsung tampil. Itu proses belajar bagi kami — belajar sambil jalan. Dengan ‘Anarchy’, kami berhasil menangkap keresahan di seluruh negeri saat itu. Pesannya sederhana: lakukan apa pun yang ingin kamu lakukan. Itu dunia baru.”
Lima dekade setelah ledakan awalnya, Sex Pistols kembali menghidupkan semangat “Anarchy in the UK” — bukan sekadar nostalgia, tetapi penegasan bahwa energi punk tetap relevan hingga hari ini.
