Satu tahun setelah album Limerence dirilis, Therapy Session memilih cara perayaan yang sunyi namun personal. Mereka menghadirkan EP akustik Echoes of Limerence dalam format full session di YouTube pada 14 Februari 2026, bertepatan dengan Hari Valentine. EP ini akan tersedia di seluruh digital streaming platform mulai 21 Februari 2026.
Alih-alih selebrasi besar, band asal Bekasi ini memilih pendekatan reflektif. Vokalis Naomi menegaskan bahwa cinta tak selalu membutuhkan pengakuan. “Cinta tumbuh dari diri sendiri—dari pemaknaan dan kenangannya,” ujarnya.
EP ini memuat empat trek: “Candala”, “Misery”, medley “Don’t Let Your Story End / I Let My Heartbreak Again”, serta “Renjana”. Lagu terakhir sempat direncanakan masuk album Limerence, namun ditunda karena dianggap belum matang. Kini, “Renjana” hadir sebagai kepingan cerita yang melengkapi perjalanan emosional mereka.
Menurut Reinned, keempat lagu ini adalah fondasi emosional band—lahir dari proses menyamakan visi, perubahan personel, hingga dinamika personal yang naik turun. “Lagu-lagu ini tumbuh bersama kami,” katanya.
Secara musikal, format akustik menjadi eksplorasi baru. Identitas distorsi dan dinamika intens dilepas untuk memberi ruang yang lebih terbuka. Rifki menyebut pendekatan ini membuat emosi album lebih mudah diresapi. Naomi menambahkan, merelakan sesuatu yang digenggam erat justru memungkinkan band “terbang lebih tinggi”.
Proses rekaman ditangani Hendro Ryan sebagai gitaris sekaligus produser di H.137 Studio. Adaptasi ke instrumen akustik menjadi tantangan tersendiri, dengan momen paling emosional terjadi saat tracking chorus terakhir “Renjana”, ketika seluruh personel bernyanyi bersama dalam satu emosi.
Dari sisi visual, artwork EP menampilkan rumah era Limerence yang terbakar—simbol perpisahan dan transisi. Naomi memaknainya sebagai keberanian meninggalkan ruang lama untuk bertumbuh. Sementara Men menegaskan EP ini bukan penutup era. “Ini perayaan satu tahun yang masih berkembang, sekaligus gerbang menuju perjalanan berikutnya,” ujarnya.
Echoes of Limerence menjadi refleksi perjalanan setahun Therapy Session—bukan untuk mengakhiri, melainkan melengkapi dan membuka ruang baru menuju fase selanjutnya.








