Arah Baru Investasi Nasional dan Peluang Bagi Investor Domestik

- Penulis

Rabu, 19 Maret 2025 - 10:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), sebuah lembaga investasi strategis yang bertujuan memperkuat perekonomian nasional melalui pengelolaan aset berkelanjutan, pada 24 Februari lalu.

Danantara diharapkan menjadi dana kekayaan negara yang berperan dalam mengelola sektor-sektor vital seperti energi terbarukan, manufaktur berteknologi tinggi, dan ketahanan pangan, serta mendorong inovasi di berbagai industri.

Dengan tata kelola profesional dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang, Danantara disebut akan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global, menciptakan lapangan kerja, serta mempercepat transformasi ekonomi menuju masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Inisiatif ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengelola investasi secara strategis, transparan, dan berdaya saing tinggi demi kesejahteraan masyarakat dan generasi mendatang.

Yusuf Rendy Manilet, Economic Researcher at Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menilai pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) baru, seperti Danantara, berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun ke depan, khususnya dalam konteks pengembangan investasi dan optimalisasi aset negara. “Danantara dibentuk sebagai organisasi mandiri yang menerima mandat untuk mengelola investasi. Harapannya, aset negara bisa berkembang lebih optimal,” katanya dalam diskusi tentang Danantara di kantor Tumbuh Makna (TMB) di bilangan Jakarta Selatan.

Menurut Yusuf, pemerintah menargetkan investasi sebesar Rp13.523 triliun hingga 2029, dengan nilai tahunan berkisar Rp1.500 hingga Rp4.000 triliun. Meskipun target tersebut dinilai ambisius, ia menilai bahwa pencapaian investasi dalam dua hingga tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif, yang kemudian menjadikannya target yang realistis. “Kalau kita perhatikan dalam realisasi investasi, setidaknya dalam 2-3 tahun terakhir ini pencapaiannya tidak begitu buruk. Artinya dari target yang ditetapkan itu selalu tercapai target realisasi investasi terutama yang dicatat oleh BKPM,” tuturnya.

Baca Juga :  Saham BSI Terus Alami Kenaikan

Selain mempercepat investasi nasional, Danantara juga diharapkan dapat meningkatkan minat investor untuk menanamkan modal di daerah-daerah yang sebelumnya kurang diminati. “Sebagian investor masih ragu untuk berinvestasi di daerah karena berbagai faktor. Dengan adanya Danantara, minat mereka diharapkan meningkat,” ujarnya. Selain itu, Yusuf meyakini bahwa Danantara dapat berperan dalam menarik investasi asing dan swasta. “Statusnya sebagai institusi independen dianggap lebih menarik bagi investor asing dibandingkan jika mereka harus berinvestasi langsung ke daerah,” tambahnya.

Di sisi lain, Muliadi San, Founder Tumbuh Makna (TMB), turut mendukung kehadiran Danantara, khususnya dalam penguatan pasar modal Indonesia. Ia menilai bahwa Danantara berpotensi menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. “Dengan mengelola aset besar milik BUMN seperti Bank Mandiri, BRI, dan Pertamina, institusi ini memiliki potensi untuk meningkatkan kepercayaan investor lokal melalui pengelolaan yang profesional dan transparan. Hal tersebut dapat menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, sehingga partisipasi investor domestik dapat semakin meluas,” ucap Muliadi.

Muliadi juga menyoroti potensi Danantara dalam meningkatkan likuiditas pasar melalui pengelolaan aset yang efisien serta investasi di sektor-sektor strategis, seperti infrastruktur dan energi.

Menurutnya, kehadiran Danantara dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat ekosistem investasi nasional, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh. “Kehadiran Danantara diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan,” paparnya.

Baca Juga :  Malang Record Market Hadir Sebagai Usaha Menciptakan Ruang, Merekam Gairah dan Merayakan Musik Melalui Medium Rilisan Fisik!

Muliadi berharap Danantara mampu memperkuat daya saing industri keuangan Indonesia, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di kancah regional dan global, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik.

Menurutnya, selain menarik investor asing, Danantara juga harus berperan dalam mendorong pertumbuhan investor domestik, yang pada akhirnya dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Dengan meningkatkan partisipasi investor dalam negeri, Danantara berpotensi menciptakan ekosistem investasi yang lebih stabil dan berkelanjutan, mengurangi ketergantungan terhadap modal asing, serta memperkuat perputaran ekonomi dalam negeri.

Muliadi juga melihat Danantara sebagai langkah strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global yang semakin kompleks. “Danantara ini, bila dikelola dengan baik tentu ini sangat bagus. Tidak ada yang salah dengan Danantara karena sebenarnya ini cita-cita kita sejak lama,” jelasnya.

Namun, ia mencatat bahwa kondisi ekonomi global saat ini tengah mengalami perlambatan, yang berimbas pada tekanan terhadap rupiah akibat fenomena penguatan dolar. Dalam situasi ini, peran Danantara menjadi semakin krusial untuk mendorong kepercayaan investor domestik agar tetap aktif berinvestasi di dalam negeri. “Kita tahu ekonomi global sedang slowing down, dolar sedang balik kampung. Yang terkena dampak ini justru rupiah. Kita berharap Danantara ini bisa membantu,” tutup Muliadi.

Follow WhatsApp Channel dapurletter.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Endgame Town Hall 2026 Hadirkan 2.000 Peserta, Bahas Masa Depan Peradaban dalam “Cosmos of Knowledge”
Enesis Group Jadikan Siswa Jadi Penggerak Budaya Tangan Bersih melalui CSR School Antis
Selama Lima Hari, IIMS Garage Balikpapan 2026 Lampiaskan Target yang Positif
Deretan Brand Otomotif Ternama Tebar Promo Menarik di IIMS Garage Balikpapan
PEVS 2026 Hadir 29 Oktober, Tampilkan 38+ Brand dan Inovasi Mobilitas Listrik
JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank Umumkan 14 Produser untuk Producers Exchange
IIMS Garage Balikpapan 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 15 Merek Otomotif dan Cashback Rp2 Juta
BIG BANG Auto Festival ke-9 Resmi Diluncurkan, Siap Digelar di JIExpo Kemayoran pada Akhir 2026

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Endgame Town Hall 2026 Hadirkan 2.000 Peserta, Bahas Masa Depan Peradaban dalam “Cosmos of Knowledge”

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Enesis Group Jadikan Siswa Jadi Penggerak Budaya Tangan Bersih melalui CSR School Antis

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Selama Lima Hari, IIMS Garage Balikpapan 2026 Lampiaskan Target yang Positif

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Deretan Brand Otomotif Ternama Tebar Promo Menarik di IIMS Garage Balikpapan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:06 WIB

PEVS 2026 Hadir 29 Oktober, Tampilkan 38+ Brand dan Inovasi Mobilitas Listrik

Berita Terbaru

Berita Musik

4 Wajah Pop Bertemu di Amplified The [Neighbor] Vol. III

Rabu, 28 Okt 2026 - 13:35 WIB

error: Content is protected !!