Skena rock Indonesia kembali mendapat energi baru lewat kehadiran Line of God. Band cadas modern asal Bandung ini perlahan mulai menarik perhatian lewat konsep musik yang tidak biasa: memadukan metal modern dengan unsur tradisional Sunda.
Sejak debut pada 2021, Line of God terus membangun momentumnya melalui serangkaian single yang dirilis lengkap dengan video musik.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah single “Dawn”.
“Dawn” Tembus 1 Juta Views
Video musik “Dawn” resmi dirilis pada 31 Desember 2022 melalui kanal YouTube Logis Music.
Tak butuh waktu lama bagi lagu ini untuk mendapat respons dari pendengar. Video tersebut terus meraih perhatian dan kini telah menembus lebih dari satu juta penonton, sekaligus memperkuat posisi Line of God sebagai salah satu band rock modern yang patut diperhitungkan.
Konsep Musik yang Berbeda
Salah satu kekuatan utama Line of God terletak pada konsep musiknya yang unik. Band ini menghadirkan perpaduan rock dan metal eksploratif dengan nuansa musik tradisional Sunda, termasuk sentuhan sinden yang dibawakan oleh Fanny Sabila.
Formasi Line of God terdiri dari:
Aliya Zay – vokal
Insan Aoi – vokal / rapper
Sayap Matsnawi – gitar
Sany Sandiyana – gitar
Roni Okta – bass
Hendra Sambora – keyboard
Lahir Sarip – drum
Perpaduan dua vokalis pria dan wanita menjadi identitas tersendiri dalam karakter musik mereka.
Digagas Produser Legendaris
Line of God merupakan proyek musik yang diprakarsai oleh produser legendaris rock Indonesia, Log Zhelebour.
Nama Log Zhelebour dikenal luas sebagai sosok di balik kesuksesan sejumlah band rock besar Indonesia seperti Jamrud, Power Metal, hingga Boomerang.
Meski mengaku sudah memasuki masa pensiun, Log mengaku tertarik mengembangkan Line of God karena konsep musiknya yang berbeda dari band rock kebanyakan.
Menurutnya, format duet vokalis serta komposisi metal yang lebih eksploratif menjadi daya tarik utama band ini.
Terinspirasi Band Rock Dunia
Dalam penggarapan aransemen musiknya, Line of God juga banyak menyerap referensi dari sejumlah band internasional seperti:
Evanescence
Saosin
Falling in Reverse
Bring Me the Horizon
Dream Theater
The Gazette
Referensi tersebut memberi warna modern pada karakter musik Line of God.
Menuju Album Debut
Awalnya, “Dawn” direncanakan menjadi judul album perdana Line of God. Namun proyek album tersebut akhirnya mengalami perubahan konsep.
Menurut Log Zhelebour, materi album masih membutuhkan tambahan satu hingga dua lagu, termasuk kemungkinan menghadirkan vokalis tamu agar album debut mereka memiliki kejutan tersendiri.
Deretan Single Line of God
Sejauh ini Line of God telah merilis beberapa single, antara lain:
Asa dan Airmata
Coma
Menantikanmu
Crawling
Melangkah dalam Senyap
Dawn
Seluruh proses mastering lagu-lagu tersebut dikerjakan oleh Don Bartley di Benchmark Studios, Sydney, Australia.
Kini Line of God berada di bawah payung publishing Logis Music bersama Jamrud dan Kobe, dalam kerja sama bisnis dengan Iwan Sastrawijaya.
Dengan konsep yang berbeda dan dukungan produksi yang kuat, Line of God berpotensi menjadi salah satu wajah baru dalam perkembangan musik rock modern Indonesia.






