Musik, Budaya, dan Iklim Berpadu di 16TH ROCK IN CELEBES IKLIM FEST 2025

Dua hari perayaan 16TH ROCK IN CELEBES IKLIM FEST 2025 di Fort Rotterdam, Makassar, usai dengan energi yang besar dan semangat kolaboratif yang kuat. Festival yang berlangsung pada 1–2 November 2025 ini mempertemukan lebih dari 40 musisi lintas genre, deretan seniman, dan komunitas dalam satu ruang yang merayakan musik, seni, budaya, dan kesadaran terhadap isu iklim. Mengusung tema “The Heritage”, festival tahun ini menandai kolaborasi antara Rock In Celebes, IKLIM (The Indonesian Climate Communications, Arts & Music Lab), dan Music Declares Emergency Indonesia. Selama dua hari, Fort Rotterdam disulap menjadi…

Baca selengkapnya

PROJEK-D VOL.4 Dibuka Meriah: Ribuan Penonton Padati De Tjolomadoe

 Suasana gegap gempita menyelimuti De Tjolomadoe saat PROJEK-D VOL.4 resmi dibuka. Ribuan penonton memadati dua panggung utama, Maduswara dan Wirama, menikmati penampilan lintas genre yang dikemas penuh energi. Project Director, Rumpoko Adi, menegaskan festival akan berjalan kondusif. “E-ticket bisa langsung digunakan tanpa ditukar. Kami juga siapkan rute alternatif yang dapat dilihat di Instagram resmi @projek__d,” ujarnya. Hari pertama langsung dihentak penampilan Wijaya 80 dan The Jeblogs. Wijaya 80 membuka Maduswara dengan nostalgia lewat lagu Terakhir Kali, sementara The Jeblogs bersama Lealona membuat Wirama bergelora lewat kolaborasi 9/10. Suasana makin hangat…

Baca selengkapnya

Sukatani Tetap Lantang Meski Diintimidasi, Kini Lepaskan Lagu baru ‘Tumbal Proyek’

Band punk asal Purbalingga, Sukatani, kembali menyuarakan kritik sosial melalui rilisan terbarunya berjudul “Tumbal Proyek”. Setelah mengalami pembungkaman lewat ‘Bayar Bayar Bayar’, Sukatani kembali dengan single ‘Tumbal Proyek’ yang mengkritik praktik pembangunan. Dalam peresmian single ini menandai semangat mereka yang tak surut meski sempat mendapat intimidasi usai merilis lagu kontroversial Bayar, Bayar, Bayar pada 2023. Sukatani juga memberikan narasi pendukung yang menggambarkan nuansa lagu seperti kisah horor di pedesaan.“Mendengarkan cerita tentang Tumbal Proyek kita memang seperti dibawa dalam film horor jaman Suzzana,” tulis mereka. Lagu ini membawa pendengar seolah berada…

Baca selengkapnya

15 Juni 2025 Silaturahmi Bareng – bareng di Pamulang Square

Dalam perayaan musik lintas generasi bertajuk Silaturahmi akan digelar pada Minggu, 15 Juni 2025, di Pamulang Square, Tangerang Selatan, Banten. Acara ini dijadwalkan berlangsung dari pukul 15.00 hingga 23.00 WIB, dan terbuka bagi penikmat musik alternatif dan punk dari berbagai kalangan. Silaturahmi merupakan inisiatif dari kolektif Bareng Bareng, yang mengusung konsep ruang temu antar komunitas, musisi, dan pendengar. Dengan angkat slogan “Semua Akan Punk Pada Waktunya,” konser ini dirancang sebagai momen penting untuk mempererat hubungan antara musisi dan penggemar, sekaligus merayakan keberagaman dalam satu panggung yang dinamis. Dongker, Sukatani, Lips,…

Baca selengkapnya

Sukatani, duo Pemberontak dalam Bermusik

Sukatani adalah band punk asal Purbalingga, Jawa Tengah, yang memiliki ciri khas musik post-punk dan new wave. Duo ini terdiri dari Ovi, yang dikenal dengan nama panggung ‘Twister Angel’, dan AI, yang dikenal sebagai ‘Alectroguy’. Sukatani memiliki komitmen terhadap isu sosial, dengan lirik lagu mereka yang mencerminkan perjuangan kelas pekerja dan kritikan terhadap kapitalisme serta ketidakadilan sosial. Mereka juga menggunakan dialek Banyumasan dalam lagu-lagu mereka, yang memberikan warna lokal yang kental dalam musik mereka. Musik mereka terinspirasi oleh band-band punk klasik seperti Lost Cherries, Poison Girls, X-Ray Spex, Peter &…

Baca selengkapnya

Sukatani Tolak Jadi Duta Polri, Begini Tanggapannya Mabes Polri

Polri tidak mempermasalahkan penolakan band Sukatani, yang viral dengan lagunya “Bayar Bayar Bayar” untuk menjadi Duta Polri. Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu menghargai penolakan yang dilakukan band Sukatani. “Kembali lagi, apa yang sudah disampaikan tadi pertanyaan teman-teman adalah merupakan hak untuk berekspresi dan kita hargai ya,” kata Trunoyudo di Mabes Polri. Polri, tambah Trunoyudo, tetap terbuka menerima semua kritik dan saran dari masyarakat sebagai bagian dari pembenahan Korps Bhayangkara dari semua aspek. “Namun demikian tentunya kami akan tetap konsentrasi, khususnya Polri ya akan melakukan pembenahan-pembenahan…

Baca selengkapnya

Sukatani Band Kontroversial dari Purbalingga yang Go Internasional

Al dan Ovi tampil di depan publik tanpa penutup wajah dan meminta maaf kepada Kapolri. Keduanya diperiksa setelah Sukatani mulai mendapat perhatian setelah lagu mereka yang berjudul Bayar..Bayar…Bayar videal di media sosial. Lagu tersebut ada di dalam album Gelap Gempita, yang sudah mereka rilis pada 24 Juli 2023. Album tersebut terdiri dari 8 judul, salah satunya berisi kritik terhadap oknum polisi yang menyalahgunakan kewenangannya. Lagu lainnya berjudul Sukatani, Semakin Tua Semakin Punk, Gelap Gempita, Realitas Konsumerisme, Alas Wirasaba, Tanam Kemandirian, dan Jangan Bicara Solidaritas. Jauh sebelum viral dan dimintai keterangan…

Baca selengkapnya

Band Sukatani Tarik Lagu ‘Bayar, Bayar, Bayar’ di Platform Musik yang Kritik Oknum Kepolisian

Lagu berjudul “Bayar, Bayar, Bayar” dari band Sukatani tiba-tiba menjadi pusat perhatian setelah liriknya yang menyebut “bayar polisi” viral di media sosial. Perwakilan dari Band Sukatani pun belum lama ini merilis klarifikasi terkait permasalahan ini. “Pada hari ini, Kamis tanggal 20 Februari 2025, perkenalkan, saya Muhammaf Syifa Al Lufti dengan nama panggung Alectroguy selaku Gitaris. Dan saya Novi Citra Indriyati (dengan) nama panggung Twisterangel selaku vokalis. Memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami,” kata perwakilan dari Band Sukatani dalam video yang diunggah di…

Baca selengkapnya