Black Horses Ledakkan Energi Baru Lewat Single “Distorsi Menggema”

Black Horses kembali menghidupkan napas rock lewat single terbaru mereka, “Distorsi Menggema”, rilisan yang menegaskan bahwa suara gitar bertenaga masih punya ruang untuk menyembuhkan dan membebaskan. Di lagu ini, Black Horses menghadirkan distorsi bukan sebagai efek semata, tetapi sebagai ekspresi jujur dari kegelisahan yang mereka bawa. Gitar yang mengaum, drum yang menghentak, dan vokal Oscario yang lugas menjadikan “Distorsi Menggema” terasa seperti luapan emosi yang dilepaskan tanpa filter. Sentuhan John Paul Patton (Bassist KPR) sebagai produser dan Ali di lini drum memberi warna baru: keras namun hangat, bising tapi tetap…

Baca selengkapnya

eńau Persembahkan “87”, Lagu tentang Penyembuhan dan Harapan

Jakarta, 4 Oktober 2025 — eńau merilis karya terbaru berjudul “87”, lagu yang lahir dari empati dan kerinduan akan ketenangan. Melalui “87”, eńau ingin mengingatkan bahwa setiap orang punya masa rapuh — dan tak harus melewatinya sendirian. Dengan lirik sederhana dan aransemen lembut, “87” menggambarkan proses penyembuhan yang penuh pasang surut. Lagu ini menjadi ruang aman untuk menerima luka dan perlahan bangkit kembali. “Lagu ini bercerita tentang seseorang yang sedang tidak baik-baik saja, tapi tetap berusaha menampilkan versi terbaiknya,” ujar eńau. “Pesannya sederhana: masih banyak yang sayang, kamu gak sendiri.”…

Baca selengkapnya

MAIVE Rilis Single Debut Mother Angels Bersama Gloria Jessica

Verissty Anandita, yang kini dikenal sebagai MAIVE, resmi memulai babak baru dalam karier musiknya. Setelah lama bersama band SYDERA, MAIVE merilis single debut berjudul Mother Angels. Lagu Mother Angels terinspirasi dari perjalanan pribadi MAIVE sebagai perempuan dan ibu yang sempat kehilangan semangat hidup. Lagu ini ditulis untuk siapa pun yang tengah berjuang menemukan kembali jati diri dan harapan. “Mother Angels adalah lagu yang paling dekat dengan hatiku. Kehadiran Gloria Jessica ikut bernyanyi memperkuat pesan bahwa kita tidak sendirian,” ujar MAIVE. Dirilis pada 19 September 2025, Mother Angels sudah tersedia di…

Baca selengkapnya

Vreya, Valent Duga & Romano Guitar Boy Rilis Soka;Duka

Tiga musisi independen, Vreya, Valent Duga, dan Romano Guitar Boy, meluncurkan single kolaborasi berjudul Soka;Duka. Lagu ini memadukan pop punk, emo, dan rock 2000-an dengan lirik yang menyoroti luka dan kehilangan. Kata “Soka” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti duka. Meski mengangkat tema kesedihan, aransemen musiknya tetap penuh energi dengan riff gitar khas Romano, vokal lantang Vreya dan Valent, serta ketukan yang membangkitkan adrenalin. “Kami ingin lagu ini memberi ruang untuk berteriak, bukan hanya menangis pelan,” ujar Vreya, penulis utama lirik. Lagu menggambarkan suasana jalanan malam yang temaram, rindu yang…

Baca selengkapnya

Independence Rock Days: Panggung Musik Keras yang “Loud, Raw, Unapologetic” di Jakarta

Semangat kebebasan dan energi musik keras akan kembali mengguncang ibu kota lewat acara Independence Rock Days. Mengusung tagline “Loud, Raw, Unapologetic”, festival ini siap menghadirkan deretan band dengan distorsi bertenaga pada Jumat, 29 Agustus 2025 di Glamz Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan, mulai pukul 18.00 WIB. Acara hasil kolaborasi Dapurletter, Firefly Records, dan Uthie Project ini akan menjadi ajang perayaan musik independen dengan penampilan spesial dari: Red Voqus Fourteen Straight Loris and The Bell Air Kautsar Produser Glenn and The Vicious Boys Dillenia8 Subfloor Youth   Dengan gratis masuk, Independence Rock…

Baca selengkapnya

Weda Manusia Aksara Rilis Lagu Baru “Simfoni”, Rock Alternatif Tajam dan Personal

Weda, vokalis Manusia Aksara, kembali menempuh jalur solonya lewat sebuah karya yang tak sekadar lagu, melainkan semacam pernyataan sikap. “Simfoni” bukanlah gubahan manis untuk dinikmati sambil lalu. Ia lahir sebagai dentuman keras yang menggugat, mengguncang, dan menguji telinga serta nurani pendengarnya. Di balik musik rock alternatif yang mentah dan gelap, Weda menaruh lirik-lirik tajam, seperti pisau yang diarahkan bukan untuk melukai tubuh, melainkan merobek kepura-puraan. “Aku diancam, dikecam, dirajam dengan mulut yang tajam,” begitu penggalan yang mencerminkan luka sosial—penghakiman diam-diam namun mematikan. “Simfoni” adalah pertanyaan besar tentang kebenaran yang sering…

Baca selengkapnya

Independence Rockdays Bersama dapurletter X firefly records Rayakan di Glamz Antasari

Jakarta Siap Merdeka! Independence Rockdays Sajikan Malam Penuh Distorsi dan Adrenalin Jakarta Selatan akan berubah menjadi surga bagi para penikmat musik rock pada Jumat, 29 Agustus 2025. Dapurletter bekerja sama dengan Firefly Records menghadirkan Independence Rockdays, sebuah perayaan kebebasan yang dibalut dentuman keras, vokal garang, dan energi panggung tanpa kompromi. Bertempat di Glamz Antasari, Jl. Pangeran Antasari No. 23, acara ini bakal menghadirkan sederet band lintas genre rock yang siap memanaskan malam: Fourteen Straight, Subfloor Youth, Glenn & The Vicious Boys, Produser, Red Voqus, hingga Kautsar yang terkenal dengan riff…

Baca selengkapnya

Shadowbourne Gelar “PALINGENESIS: The Awakening Showcase” di Jakarta — Gratis & Eksklusif!

 ini bukan sekadar konser, tapi sebuah pengalaman musikal yang akan menggema lama dalam ingatan.     Penikmat musik alternatif bersiaplah! Grup rock alternatif Shadowbourne akan menggelar konser showcase eksklusif bertajuk “PALINGENESIS: The Awakening”, sebuah perayaan rebirth dan resonance yang siap mengguncang panggung musik Indonesia. Acara ini dipersembahkan oleh Firefly Records bekerja sama dengan Musica Studio’s, dan akan berlangsung pada Selasa, 12 Agustus 2025, mulai pukul 21.00 WIB di Wangsa Timoer, berlokasi di Jl. RS. Fatmawati Raya No.47, Jakarta Selatan.   Lineup Spektakuler dengan Akses Gratis Tak hanya menghadirkan Shadowbourne sebagai…

Baca selengkapnya

Rahma Savitri Rilis EP “Souliberation”: Musik Penyembuhan Jiwa Berbalut Elemen Alam dan Chakra

“Souliberation” merupakan proyek musik spiritual yang terdiri dari lima lagu.   Penyanyi dan penulis lagu Rahma Savitri resmi merilis EP terbarunya bertajuk “Souliberation”, karya musik eksperimental yang menggabungkan unsur chakra, elemen alam, afirmasi diri, dan musik penyembuhan jiwa. “Souliberation” merupakan proyek musik spiritual yang terdiri dari lima lagu, masing-masing mewakili elemen alam: Tanah (Earth), Air, Api, Udara, dan Ether. Tiap lagu dirancang untuk membangkitkan kesadaran tubuh dan pikiran, terinspirasi dari aliran musik new age yang mengajak pendengar untuk menari, bermeditasi, dan melepaskan emosi terdalam. Lagu pertama berjudul “Earth” hadir sebagai…

Baca selengkapnya

Black Dig Bikin Geger! “Fragments of Reality” Hadir Seperti Ledakan di Alam Bawah Sadar

Kota Jakarta kembali diguncang oleh Black Dig, band rock yang tak kenal kompromi.     Lewat single terbaru “Fragments of Reality”, mereka menyuguhkan kombinasi memabukkan antara distorsi gitar yang menghantam, atmosfer kelam yang membekukan, dan visual surealis yang bikin merinding. Black Dig band Jakarta pusat yang dibentuk pada tahun 2022 memberikan suguhan musik yang berisik penuh nada kebisingan. Artwork garapan Ading Atma memvisualisasikan dunia retak: tengkorak, gagak, kursi kosong, dan kilatan petir yang memecah sunyi—sebuah simbol tekanan eksistensial yang terasa nyata. Bukan sekadar lagu, ini adalah perjalanan psikis ke dimensi…

Baca selengkapnya

Shadowbourne Lahir dari Luka, Tumbuh dalam Suara: EP Perdana “Palingenesis” Resmi Dirilis

Single utama Perjuangan membuka rilisan ini dengan pesan keberanian, diinspirasi oleh pengalaman Pasha sebagai penyintas depresi.     Grup musik atmosferik asal Jakarta, Shadowbourne, resmi merilis debut EP bertajuk Palingenesis. Rilisan ini hadir sebagai perwujudan dari perjalanan emosional yang dalam—tentang luka, kehilangan, dan kebangkitan dari reruntuhan jiwa. Terinspirasi dari pengalaman personal, Palingenesis menyajikan empat lagu dengan aransemen megah dan melankolis, menggabungkan distorsi khas post-rock, elemen neoklasik, dan sentuhan ambient yang sinematik. Nama Shadowbourne sendiri—yang berarti “terlahir dari bayangan”—menjadi cerminan dari transformasi batin para personelnya. “Palingenesis bukan sekadar karya musik. Ini…

Baca selengkapnya

LORIS AND THE BELL’AIR Lepas Single “TERJERAT SUDUT GELAP” Angkat Kisah Pilu Primata yang Tidak Layak

“Terjerat Sudut Gelap” bukan hanya karya musik ia adalah statement artistik yang berani, menyentuh, dan relevan di tengah isu perburuan satwa, perdagangan ilegal, dan eksploitasi hewan di era digital.   Di tengah riuhnya industri musik yang sering kali mengangkat cinta, patah hati, atau keresahan diri, band asal Jakarta Loris and the Bell’air justru mengambil jalur berbeda. Lewat single terbaru mereka yang berjudul “Terjerat Sudut Gelap”, band ini menyuarakan sesuatu yang jauh dari sorotan kisah pilu para primata yang tak lagi hidup selayaknya makhluk hidup. Dengan balutan musik ambient rock yang…

Baca selengkapnya

Sebuah Narasi Emosional tentang Cinta yang Tidak Seimbang dan Kehilangan Diri Sendiri

Vokal SAIVA yang intim berpadu dengan progresi nada yang lambat dan mendalam, menambah intensitas dari pesan lagu.   SAIVA kembali dengan karya terbaru berjudul “Gila Dunia Ini Bercandanya”, sebuah single yang lahir dari ruang-ruang sunyi penuh kegelisahan, tentang cinta yang terlalu dalam hingga lupa bagaimana mencintai diri sendiri. Lagu ini menjadi bentuk kejujuran pahit sekaligus pembebasan emosional dari pengalaman banyak orang yang mencintai seseorang tanpa pernah benar-benar dipilih kembali. Mengangkat tema cinta yang tidak seimbang, SAIVA menggambarkan bagaimana seseorang bisa kehilangan jati dirinya demi mempertahankan hubungan yang sebenarnya sudah timpang.…

Baca selengkapnya

Hafizh Weda Lepas Karya Solo Perdananya “GRAVITASI” di Bawah Nama

WEDA hadir sebagai identitas baru yang mewakili kebebasan artistik Hafizh Weda   Setelah dikenal sebagai vokalis dari grup musik Manusia Aksara, Hafizh Weda kini melangkah lebih jauh dalam perjalanan bermusiknya. Ia merilis karya solo pertamanya yang bertajuk “GRAVITASI”, sebuah proyek musik personal yang dirilis di bawah nama panggung WEDA. Dan projek ini akan berjalan di bawah naungan Fireflyrecords anak perusahaan Musica Studios Masih mengusung genre pop rock, WEDA menyajikan warna musik yang tetap enerjik dan emosional, namun dengan sentuhan lebih personal dan reflektif. “GRAVITASI” menjadi medium bagi Hafizh Weda untuk…

Baca selengkapnya

LOR Balik dengan Emosional “Give Me a Reason to Stay”

Setelah 2 tahun penantian, Band pop-rock asal Yogyakarta, LOR, kembali menyapa pendengar dengan merilis single terbaru bertajuk “Give Me a Reason to Stay” di tanggal 20 Juni 2025. Dan lagu ini menjadi rilisan pertama LOR setelah album movie star di tahun 2023, dan single ini nantinya akan menjadi pembuka dari perjalanan musikal mereka menuju album penuh kedua bersama FireFly Records. Lagu ini menampilkan sisi yang lebih emosional dari LOR, dengan lirik reflektif tentang tekanan ekspektasi dan rasa kesepian yang terbungkus dalam nuansa pop rock yang melodius. “Give Me a Reason…

Baca selengkapnya

Beranda Rumah Rilis “Kelabu”, Lagu Lama yang Menemukan Bentuk Barunya

Setelah menapaki jalur eksploratif dengan berbagai elemen modern, Beranda Rumah kuartet folk asal Rangkasbitung resmi mengumumkan perilisan single terbaru bertajuk “Kelabu” yang akan hadir pada 13 Juni 2025 bersama Firefly Records. Single ini sejatinya merupakan materi lama yang sebelumnya dikenal dengan judul Gitar Djaka. Lagu tersebut kini direkam ulang dan diaransemen ulang dengan pendekatan yang lebih dekat dengan akar musikal band ini: folk akustik yang sederhana namun sarat emosi. Beranda Rumah tetap diperkuat oleh formasi inti: • Rendy “Djoni” Maulana – vokal & gitar • Fajrin Bey – gitar &…

Baca selengkapnya

13 Lagu Penuh Emosi Dreane Kisahkan Sunyi, & Penerimaan. Dibuka oleh Single “Keluh”

Dreane, duo musisi pop dan indie pop asal Jakarta, Indonesia ini resmi merilis album debut berjudul Dreane, di bawah label Firefly Records. Album ini melimpahkan 13 lagu dengan warna introspektif dan liris yang menyentuh, seluruhnya ditulis dan digarap oleh dua sosok kreatif: Andri Ju (arranger, composer) dan Rani Rara (lyricist, composer). Mereka menggabungkan melodi yang memikat, ritme yang halus, dan lirik yang kontemplatif. Sebagai pengantar perjalanan emosional ini, “Keluh” dipilih untuk menemani single yang sebelumnya sudah menjadi ode pembuka dalam album Dreane, dengan lirik berbahasa Indonesia pertama Andri dan Rara…

Baca selengkapnya