Rock In Solo 2023 Diserbu 15 Ribu Metalheads datang ke Benteng Vastenburg

Menginjak tahun ke sembilan belas dan gelaran ke sebelasnya, Rock In Solo menutup akhir tahun 2023 ini dengan kemeriahan.

Minggu, 10 Desember 2023 jalanan Kota Solo dipenuhi dengan ribuan manusia yang mayoritas menggunakan kaos berwarna hitam berbondong-bondong menuju venue acara sejak pagi hari. Antusiasme penonton terlihat saat penukaran tiket belum dibuka tetapi sudah terdapat antrian yang mengular cukup panjang di depan tenda penukaran tiket.

Tidak heran, karena tercatat ada sekitar 3000 lebih pemegang tiket early entry yang sudah siap masuk sebelum pukul 12.00 WIB untuk menonton acara sejak awal. Antrian cukup mengejutkan karena meluber hingga bibir Jl. Jenderal Sudirman hingga Plasa Telkom Solo namun segera bisa ditanggulangi dengan membuka baris antrian tambahan di tenda penukaran tiket.

Kembali digelar di sebuah situs bersejarah Kota Surakarta yakni Benteng Vastenburg, ‘Rock In Solo’ tahun ini masih memilih venue yang sama. Alasan dipilihnya kembali venue ini adalah lokasi yang strategis dan cukup representatif dengan Rock In Solo dimana momen bersejarah sebuah festival musik keras terjadi di tempat bersejarah di Kota Solo.

Pintu memasuki venue dibuka tepat pukul 10.30 WIB dan band pertama yang tampil adalah Weekend Warrior asal Solo pada pukul 12.00 WIB. Cuaca cerah berawan menaungi venue acara seakan semesta memberkati kami. Cuaca sempat menjadi kekhawatiran tersendiri bagi kami karena acara digelar pada bulan Desember yang sudah masuk musim penghujan di Indonesia, namun hari itu Kota Solo diberkati oleh semesta dengan cuaca cerah sejak pagi yang mungkin berkah dari doa banyak orang.

Setelah Weekend Warrior tampil dilanjutkan oleh penampilan dari band black metal asal Jakarta Finsmoonth melibas habis siang itu dengan materi dari album Affliction (2022). Lanjut setelahnya, Ludicia tampil memakai kemeja hitam dan atribut baju adat Bali bercorak merah putih lengkap dengan ikat kepalanya. Sebuah pemandangan unik bagi sebuah band deathcore yang tampil mengenakan pakaian adat. Konsep yang sama dipakai Ludicia saat menjadi perwakilan dari Indonesia di ajang Wacken Open Air 2022 di Jerman.

Band keempat ada Sworn yang tampil dengan vokalis barunya untuk pertama kali. Artinya Sworn dua kali tampil di Rock In Solo dengan 2 vokalis yang berbeda. Setelah Sworn tampil di panggung A, disusul nama lain dari Kota Solo yakni Kid Monster.

Trio hardcore yang tahun lalu bermain di A Journey of Rock In Solo: Chapter, kini mendapat kesempatan tampil di panggung Rock In Solo Open Air. Membawakan materi dari album baru, Kid Monster mencobabereksplorasi dengan mengajak beberapa kolaborator dan juga membawa pemain brass section untuk mengisi part di beberapa lagu andalannya seperti “Bad Things” dan “Marionette”.

Sebelum jeda Ashar, penonton dihajar dengan penampilan band brutal death metal asal Cimahi XTAB yang sudah ditunggu oleh para penggemarnya. Setelahnya tanpa ampun, penonton disuguhkan penampilan dari Fingerprint dan Humiliation. Sore yang teduh mendadak menjadi panas kembali dengan penampilan dari kelompok industrial rock MTAD yang mengibarkan panji dan meliar bersama api di panggung Rock In Solo.

Unit crossover hardcore asal Malang, Dazzle tampil mempesona ribuan penonton yang saling unjuk skil di area moshpit dengan akrobat dan tarian-tarian brutal. Bergeser ke panggung A, sudah bersiap dedengkot death metal asal Jogja Death Vomit dengan formasi empat personil bersama vokalis anyarnya Agustinus Widi. Hampir tidak ada sekat antar penonton saat Death Vomit tampil mungkin karena antusias yang besar dari penonton menyaksikan kembali Death Vomit setelah absen tampil beberapa bulan belakangan ini. Hujan crowd surf melanda bibir barikade. Penonton silih berganti dibantu oleh Crow Brigade untuk diamankan ke area pit dan kembali ke area moshpit dengan aman. Sore ditutup dengan meriah, penonton bersorak kegirangan enggan berhenti dicerca erangan distorsi dari Death Vomit.

Sejak dulu di Rock In Solo jeda adzan selalu kami hormati dengan beristirahat sejenak. Sebuah video azan karya dari The Anarcho Brothers yang mengkompilasi cuplikan Rock In Solo 2012 ditampilkan pada saat jeda maghrib dan menjadi hal yang diapresiasi oleh para penonton dengan mengunggahnya di sosial media diiringi tulisan bernada positif dan cukup memberikan pengalaman festival yang tak terduga.

Fasilitas umum seperti mushola juga disediakan bagi para metalhead yang ingin menjalankan ibadah sholat di venue acara. Area bermain anak dan ruang laktasi tetap disediakan bagi para orang tua yang datang bersama anaknya agar nyaman dan senang saat berada di venue. Terlihat juga tahun ini semakin banyak orang tua yang membawa anaknya ke Rock In Solo Festival karena tersedianya fasilitas ruang laktasi dan playground.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *