Dari Lost Angels, Boomerang hingga Muncul Gimmick Reload

Boomerang adalah band rock asal Surabaya. Inilah sekilas perjalanannya mulai Lost Angels hingga Boomerang Reload.

Berbicara soal Log Zhelebour rasanya kurang lengkap jika tidak membahas Boomerang. Sebab pada masanya, Boomerang merupakan salah satu band besar yang berada di manajemen Log. Gitaris Boomerang John Paul Ivan pun mengakui jasa Log dalam karier Boomerang. Mulai memproduseri hingga mempromosikan lagu-lagu mereka. Boomerang tercatat dalam sejarah musik rock Tanah Air. Penikmat musik rock era 90an tentu saja tak asing dengan lagu-lagu mereka yang hit seperti Kasih, Kisah, Bawalah Aku, dan Kembali.

Di mana Lost Angels merupakan cikal bakal dari band tersebut. Kini, Boomerang berdiri dengan nama Boomerang Reload.

Tentang Lost Angels;

Lost Angels berdiri pada 1991 dengan arti Malaikat yang Tersesat. Waktu itu formasinya Inno Daon (vokal), John Paul Ivan (gitar), Hubert Henry Limahelu (bass) dan Petrus Agusty (drum).

“Itu band belum sempet jalan cuma wacana aja. (Sempat) ga saya terusin karena keburu projekan sama Big Panzer buat single 2 rekaman di Kompilasi Rock Metal. Ada Big Panzer, Andromeda, Kamikaze, itu rilis tahun 1991,” terang Ivan.

Inno kemudian keluar pada tahun 1992 dan diganti Roy Jeconiah sebagai vokalis. Di tahun berikutnya, Lost Angels mengikuti Festival Rock yang diselenggarakan Log Zhelebour.

Lost Angels masuk sepuluh besar dan merilis single berjudul No More untuk album kompilasi. Mereka juga dipercaya menjadi pembuka tur Gong 2000 di Sulawesi Selatan pada Juni-Juli 1993.

Mereka merilis album perdana bersama label Logiss Record milik Log. Mereka juga memutuskan mengeluarkan Pet dan mengganti nama band menjadi Boomerang.

Era Jaya Boomerang;

Mereka hanya tampil bertiga dalam video klip hit single Kasih dari album pertama. Selama promosi album, personel Boomerang mencari drummer baru. Mereka kemudian memilih Farid Martin yang direkomendasikan Mas Tony, sound engineer album Boomerang. Farid menjadi anggota tetap Boomerang pada 1 Januari 1995. Dengan formasi baru itu mereka langsung menggarap album kedua yang berjudul Kontaminasi Otak tahun 1995. Album itu memiliki dua hit yakni lagu Bawalah Aku dan O-ya.

Tanggal 15 mei 1996 menjadi momen yang tak terlupakan bagi Boomerang. Roy dkk membuka konser Mr. Big di Stadion Tambaksari Surabaya, yang disaksikan 20 ribu penonton. Dan pada era tersebut, Boomerang tidak hanya produktif menelurkan karya. Tapi juga rajin menggelar tur panjang. Salah satunya bersama Jamrud, band satu manajemen.

Setelah album Xtravaganza dirilis di 2000, Boomerang memutuskan meninggalkan manajemen Log Zhelebour. Mereka ingin melakukan lebih banyak hal. Salah satu band kesayangan Log ini lalu bergabung dengan Sony Music Indonesia. Mereka merilis dua album yakni Terapi Visi pada 2003 dan Urbanoustic pada 2004.

“Tahun 2001 keluar dari Log karena kita pada saat itu mungkin berpikirnya ada sesuatu yang belum sejalan secara kerja sama. Mungkin pada saat itu kayanya ada yang timpang makanya mencoba untuk berjalan sendiri tanpa Log,” kata Ivan.

Ivan hengkang dari Boomerang pada pertengahan 2005. Sekitar lima tahun berselang, Roy juga keluar dari band yang menyebabkan Boomerang vakum hingga 2012. Dan Henry dan Farid bangkit dengan merilis dua album yakni Reboisasi dan Harmonis Tidak Seragam dengan menggandeng beberapa personel baru. Namun pada 2020, Farid pun turut meninggalkan Boomerang.

Henry menjadi orang terakhir di Boomerang. Hingga ia tutup usia pada 24 April 2021. Ivan dan Farid hadir dalam prosesi pemakaman jenazah Henry di Surabaya. Menurut Ivan waktu itu, Henry merupakan last man standing-nya Boomerang. Atau orang terakhir yang bertahan di Boomerang, setelah Ivan, Roy dan Farid keluar.

“Yang penting Henry itu last man standing-nya Boomerang. Apa pun yang dia ingin sesuatu ke depannya mungkin tidak tersampaikan sekarang. Kita sebagai mantan Boomerang udah kita terima aja apa adanya,” kata Ivan waktu itu.

 

Tentang Boomerang Reload;

Namun kini, Ivan menghidupkan kembali Boomerang dengan nama Boomerang Reload. Kata Reload dalam nama tersebut dapat diartikan diisi kembali. Boomerang Reload tampil dengan formasi Ivan (gitar), Farid (drum), dan Andi Babas (bass). Sementara Roy menolak ikut bergabung dalam Boomerang Reload. Seperti yang diceritakan Ivan.

“Tahun 2022 bulan Oktober mau ke November ada wacana untuk direunikan jadi saya mencoba mendekati Roy, Farid. Saat itu ada momentum promotor memberikan tawaran agar Boomerang direunikan dan akan tampil di Hammersonic 2023 dan Farid, Roy mau. Andi Babas juga direkrut untuk mengisi bass,” ungkap Ivan.

Mendengar wacana itu, promotor-promotor lain juga ingin memberikan tawaran kepada Boomerang untuk bermain lebih awal di Makassar. Namun Roy menolak ajakan dari Ivan dan sempat menghilang. Roy juga ternyata tidak mau tampil di Hammersonic 2023. Itu semua disampaikan oleh manajer dari Roy yaitu kakak Roy sendiri.

“Ya udah tuh akhirnya kita memutuskan untuk jalan bertiga dengan konsep merekrut vokalis kolaborator yaitu Irang Arkad akhirnya jalan dengan Boomerang Reload yaitu pada bulan November 2022 sampai sekarang. Sementara ini Irang Arkad masih menjadi vokalis kolaborator,” tambahnya.

Ivan dan Farid belum memutuskan vokalis tetap dari Boomerang Reload. “2024 adalah 30 tahunnya boomerang dan ada planning bisa mengeluarkan album baru dan mungkin akan menjadi peresmian vokalis terbarunya,” tutup Ivan.

Related news