Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Singapura, Charlie Lim, kembali menyapa pendengar di Indonesia pada Oktober 2026. Charlie dijadwalkan menghadirkan listening party eksklusif untuk album studio terbarunya, DAYDREAM, pada 29 Oktober di SUB0 Family.
Acara tersebut digelar secara terbatas dan hanya diperuntukkan bagi tamu undangan. Dalam kesempatan ini, Charlie Lim akan menghadirkan showcase intim yang membawa para tamu lebih dekat dengan materi musik terbaru sekaligus dunia kreatif di balik DAYDREAM.
Album ini menjadi fase baru dalam perjalanan musikal Charlie. Setelah melalui proses kreatif selama sekitar tiga tahun di antara Singapura dan Inggris, DAYDREAM lahir dari proses refleksi personal yang perlahan berubah menjadi eksplorasi mengenai perubahan, penyesalan, hubungan, dan keberanian untuk terus melangkah.
Alih-alih mencari jawaban pasti atas berbagai pengalaman masa lalu, Charlie justru menggeser fokus pada pertanyaan yang lebih sederhana: apa yang harus dilakukan setelah semua itu terjadi?
Pertanyaan tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi utama DAYDREAM.
Charlie Lim Eksplorasi Folk, Ambient hingga UK Garage
Dalam pengerjaannya, DAYDREAM memperlihatkan pendekatan Charlie Lim yang semakin intuitif. Berbagai gagasan awal lahir dari sesi menulis spontan, kemudian dipilah, disusun kembali, dan dipoles secara perlahan.
Menariknya, proses penyempurnaan tersebut tidak menghilangkan karakter spontan dari ide awal. Sebaliknya, Charlie berusaha mempertahankan nuansa natural yang muncul sejak sebuah lagu pertama kali diciptakan.
Secara musikal, DAYDREAM bergerak melampaui satu genre tertentu. Album ini mempertemukan elemen folk yang intim dengan musik ambient, aransemen chamber, indietronica, hingga sentuhan UK garage.
Pendekatan tersebut membuat DAYDREAM terasa lebih lapang dibandingkan karya-karya Charlie Lim sebelumnya. Ruang kosong, keheningan, dan kerentanan justru menjadi bagian penting dari ekspresi musik di dalam album.
“Album ini mengajarkan saya bahwa kejernihan sering kali datang dari mengurangi sesuatu dan mempercayakan keheningan, ruang, serta kerentanan untuk menyampaikan makna yang lebih dalam,” kata Charlie Lim.
Kolaborasi Charlie Lim di Balik DAYDREAM
Dalam proses produksinya, Charlie Lim bekerja bersama produser asal Inggris sugi.wa, alias Will Goldsmith. Pendekatan intuitif dan eksploratif sang produser turut berperan dalam membentuk arah DAYDREAM sejak tahap awal penulisan.
Album ini juga melibatkan sejumlah musisi dan kolaborator dari berbagai latar belakang.
Penyanyi-penulis lagu asal Skotlandia, Tamzene, tampil dalam lagu “The Hardest Thing”. Sementara itu, Principal Cellist Singapore Symphony Orchestra, Ng Pei-Sian, menghadirkan sentuhan sinematik pada instrumental “I Can Only Carry You This Far”.
Pianis dan organis Chok Kerong turut terlibat sepanjang album. Produksi dan engineering tambahan kemudian datang dari Kin Leonn, Aneirin Wee, Andrei Eremin, dan Ian Lee.
Rangkaian kolaborasi tersebut memperluas warna sonik DAYDREAM tanpa menghilangkan karakter personal yang menjadi inti album.
Young Cocoa Hadir di Versi Baru “One Day I’ll Learn”
Menjelang momen Charlie Lim kembali ke Indonesia, DAYDREAM juga mendapatkan babak baru melalui versi terbaru “One Day I’ll Learn”.
Versi tersebut menghadirkan Young Cocoa, musisi asal Filipina yang tumbuh besar di Jakarta, dengan tambahan verse yang ditulis sekaligus dibawakannya. Versi baru “One Day I’ll Learn” resmi tersedia di berbagai platform streaming pada 7 Oktober 2026.
Kehadiran Young Cocoa memberikan perspektif baru terhadap lagu yang sebelumnya berbicara mengenai proses belajar dari kesalahan dan pengalaman masa lalu.
Kolaborasi ini dilakukan secara jarak jauh. Meski harus membangun chemistry secara bertahap, keduanya berhasil menemukan titik temu antara karakter musik masing-masing.
Charlie Lim mengaku langsung tertarik ketika menerima demo dari Young Cocoa.
“Young Cocoa juga punya musikalitas yang luar biasa dalam pilihan melodinya. Saya sampai tidak bisa berhenti tersenyum ketika dia mengirimkan demonya. Dia benar-benar membawa lagu ini ke tempat yang berbeda,” ujar Charlie.
Menurut Charlie, keterbukaan Young Cocoa dalam merespons materi lagu membuat kolaborasi tersebut terasa semakin natural.
Bagi Young Cocoa, sisi rentan dari “One Day I’ll Learn” memberikan ruang untuk menulis verse dengan pendekatan yang jujur. Kolaborasi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana perspektif musisi lain dapat membuka pemaknaan baru terhadap sebuah lagu.
Charlie Lim Jalani Tur Regional
Perjalanan DAYDREAM sebelumnya telah dibawa Charlie Lim ke sejumlah negara Asia. Ia telah menjalani rangkaian penampilan di Taiwan, Filipina, dan Malaysia sebagai bagian dari perjalanan regional untuk memperkenalkan album terbarunya.
Charlie juga membagikan dokumentasi berupa penampilan live, sesi studio, hingga catatan visual melalui media sosial. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai proses panjang yang berlangsung di balik pembuatan DAYDREAM.
Kini, giliran Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan materi tersebut dalam suasana yang lebih dekat.
Lewat listening party pada 29 Oktober di SUB0 Family, Charlie Lim tidak sekadar membawa album baru, tetapi juga mengajak para tamu memasuki ruang personal yang menjadi dasar lahirnya DAYDREAM.
Album ini memang tidak berusaha memberikan jawaban mutlak. Sebaliknya, setiap lagu mengajak pendengar melihat kembali gagasan tentang penyesalan, hubungan, perubahan, dan proses menemukan alasan untuk terus berjalan dari sudut yang berbeda.
Tracklist DAYDREAM – Charlie Lim
- One Day I’ll Learn
- Just When I Thought
- Nobody’s Home
- The Forest
- Keep You Close
- I Can Only Carry You This Far
- The Hardest Thing (feat. Tamzene)
- I Got A Reason













