Band underground asal Medan, Sumatera Utara, BORN OF FREEDOM (BOF) kembali menghadirkan karya terbaru melalui album MURDER CRY. Dirilis dalam format kaset oleh Arakatee Records, album ini menandai kelanjutan perjalanan musikal BOF dalam mengusung karakter D-Beat Crust Nightmare yang keras, gelap, dan penuh energi perlawanan.
MURDER CRY memuat delapan lagu yang merepresentasikan karakter musik BORN OF FREEDOM. Hentakan d-beat yang repetitif, distorsi gitar yang kasar, permainan drum yang agresif, serta atmosfer crust yang kelam menjadi elemen utama dalam album tersebut.
BORN OF FREEDOM dikenal sebagai bagian dari kultur punk dan underground yang tumbuh melalui semangat DIY. Pendekatan tersebut tidak hanya terlihat dari karakter musik mereka, tetapi juga dari tema-tema yang dibawa dalam karya. Kekerasan, penindasan, penggusuran, konflik, perjuangan, hingga berbagai sisi gelap kehidupan manusia menjadi isu yang hadir dalam materi mereka.
MURDER CRY Lanjutkan Perjalanan BORN OF FREEDOM
MURDER CRY bukan menjadi rilisan pertama BORN OF FREEDOM. Sebelumnya, band asal Medan ini telah merilis VICTIM OF WAR pada 2013, kemudian dilanjutkan dengan WAR OR PEACE // VICTIM OR DIE pada 2016.
Jarak antar-rilisan tersebut membuat MURDER CRY menjadi bagian penting dari perjalanan panjang BORN OF FREEDOM dalam mempertahankan identitas musik mereka. Alih-alih meninggalkan akar D-Beat dan crust, BOF tetap mempertahankan karakter mentah dan agresif yang menjadi ciri khasnya.
Album ini terasa dibangun untuk menghadirkan tekanan sejak awal. Intro menjadi pembuka sebelum pendengar memasuki rangkaian lagu yang membawa tema sosial dan kegelisahan manusia melalui pendekatan musik yang bising dan tanpa kompromi.
Delapan Lagu dalam MURDER CRY
Album MURDER CRY berisi delapan track dengan materi yang merepresentasikan identitas BORN OF FREEDOM sebagai unit D-Beat Crust Nightmare.
Daftar lagunya adalah:
- INTRO
- PENGGUSURAN DAN PENJAJAHAN
- SHADOW MOVE EVICT THE SLOW
- MESIN PEMBUNUH
- SPIRIT OF FIGHTER
- WISDOM CARY ON
- MURDER CRY
- HUMAN NIGHTMARE
Dari judul-judul tersebut, terlihat konsistensi BOF dalam membawa tema konflik, kekerasan, perjuangan, dan kegelisahan sosial. Pendekatan musikal yang agresif memperkuat atmosfer yang ingin dibangun sepanjang album.
D-Beat, Crust, dan Semangat Underground
Sebagai band yang berakar pada kultur underground, BORN OF FREEDOM tidak menawarkan musik yang mudah dicerna. MURDER CRY justru mengandalkan energi mentah yang menjadi salah satu kekuatan musik punk ekstrem.
Hentakan d-beat yang konstan berpadu dengan distorsi kasar dan vokal penuh tekanan. Formula tersebut menghasilkan atmosfer yang gelap sekaligus agresif, sesuai dengan identitas D-Beat Crust Nightmare yang mereka bawa.
Di tengah perkembangan berbagai bentuk musik underground, BORN OF FREEDOM tetap memilih mempertahankan pendekatan yang dekat dengan akar DIY. MURDER CRY menjadi bukti bahwa energi punk, kegelisahan sosial, dan musik ekstrem masih dapat berjalan beriringan dalam sebuah rilisan.
Formasi BORN OF FREEDOM
BORN OF FREEDOM saat ini diperkuat oleh:
- Damsday — Guitar, Vocals
- Bowok — Drum
- Eddy — Bass, Vocals
Album MURDER CRY dirilis oleh Arakatee Records dalam format cassette tape dengan katalog AAR-010/2026. Rilisan ini berasal dari Medan, Indonesia, dan membawa genre D-Beat Crust Nightmare sebagai identitas utamanya.
Bagi penggemar musik punk underground, D-Beat, dan crust, MURDER CRY menjadi rilisan yang menawarkan pendekatan keras, mentah, dan sarat atmosfer gelap dari skena underground Medan.













