25/7 Hadir di Taman Kota Peruri, Ruang Kreatif yang Memadukan Fashion, F&B, Music, dan Hobbies

Gaya hidup masyarakat urban saat ini semakin beragam. Dalam satu hari, aktivitas bekerja, berkumpul, mencari hiburan, mengikuti komunitas, hingga menekuni hobi dapat berjalan beriringan. Melihat kebutuhan tersebut, Dyandra Promosindo mempersembahkan 25/7 (Twenty Five Seven), sebuah ruang kreatif yang mempertemukan berbagai minat, komunitas, brand, dan kreativitas dalam satu ekosistem lifestyle.

25/7 akan digelar pada 4–6 Desember 2026 di Taman Kota Peruri, Jakarta. Acara ini menghadirkan beragam tenant dari berbagai kategori, mulai dari kuliner, fesyen, olahraga, hingga pertunjukan musik.

Berbeda dari konsep festival atau exhibition pada umumnya, 25/7 dirancang sebagai ruang untuk bertemu, berkoneksi, berekspresi, sekaligus menikmati berbagai aktivitas yang dekat dengan gaya hidup masyarakat masa kini.

 

Konsep “1 Jam Ekstra” di 25/7

25/7 mengusung konsep “1 Jam Ekstra”, sebuah gagasan yang menggambarkan kehidupan masyarakat dengan beragam ketertarikan di luar rutinitas sehari-hari. Satu jam tambahan tersebut menjadi simbol kesempatan untuk melakukan lebih banyak hal yang disukai, mengeksplorasi minat, serta bertemu dengan komunitas dan orang-orang baru.

Project Manager 25/7, Rafi Elmanda, mengatakan bahwa acara ini hadir sebagai ruang kreatif yang merepresentasikan semangat tanpa batas, energi, dan gaya hidup kreatif.

“Hadirnya 25/7 sebagai ruang kreatif yang hadir untuk mewakili semangat tanpa batas, energi, dan gaya hidup yang kreatif. Kami tidak menjadikan 25/7 sebagai festival ataupun exhibition, namun kami berharap 25/7 dapat menjadi tempat ‘nongkrong’ bagi teman-teman di sepanjang waktu penyelenggaraan,” ujar Rafi.

 

Empat Pilar Utama: Fashion, F&B, Music, dan Hobbies

Untuk merepresentasikan berbagai gaya hidup dan minat masyarakat saat ini, 25/7 menghadirkan empat pilar utama, yaitu Fashion, F&B, Music, dan Hobbies.

Fashion menjadi ruang untuk mengeksplorasi gaya, karakter, dan identitas melalui berbagai brand serta desainer.

F&B (Food & Beverage) menghadirkan pilihan kuliner yang menjadi bagian penting dari pengalaman lifestyle sekaligus ruang untuk bersantai dan berkumpul.

Music menjadi ruang untuk menikmati pertunjukan musik sekaligus mempertemukan musisi dengan audiens dan komunitas.

Sementara Hobbies membuka ruang bagi berbagai minat, mulai dari olahraga, wellness, seni, hingga beragam aktivitas kreatif lainnya.

Perpaduan empat pilar tersebut menjadi bagian penting dari konsep 25/7 dalam menciptakan pengalaman yang tidak hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga interaksi dan eksplorasi.

 

Identitas Visual 25/7 Merepresentasikan Gaya Hidup Kekinian

Konsep visual menjadi bagian penting dalam membangun identitas 25/7. Elemen desain tidak hanya digunakan sebagai pemanis estetika, tetapi juga merepresentasikan keberagaman empat pilar yang dihadirkan dalam satu ruang.

Art Director 25/7, Cycojano, menjelaskan bahwa proses kreatif identitas visual 25/7 dilakukan melalui eksplorasi dan riset terhadap berbagai objek yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Desain 25/7 ini menggambarkan bagaimana empat pilar tersebut yang berbeda-beda tapi bisa bertemu dalam satu ruang. Kami mencoba untuk eksplor dan riset secara langsung dari objek temuan dan apa yang kita lihat dalam keseharian,” ujar Cycojano.

 

Taman Kota Peruri Dukung Ekosistem Kreatif Jakarta

Penyelenggaraan 25/7 di Taman Kota Peruri mendapat dukungan dari Peruri Properti. Direktur Utama Peruri Properti, Fakky Ismail Hidayat, menyambut positif kehadiran acara tersebut yang dinilai sejalan dengan komitmen Taman Kota Peruri dalam membangun ruang yang mengedepankan 3C: Connectivity, Creativity, dan Collaboration.

“Taman Kota Peruri adalah merupakan bagian dari Kota Peruri. Penyelenggaraan kegiatan ini sangat selaras dengan komitmen kami dalam mengusung nilai 3C—Connectivity, Creativity, dan Collaboration,” ujar Fakky.

Menurut Fakky, aspek Connectivity tercermin dari lokasi Taman Kota Peruri yang strategis di kawasan Blok M serta kemudahan akses menggunakan berbagai moda transportasi. Sementara Creativity diwujudkan melalui energi positif anak muda yang aktif dan inovatif. Adapun Collaboration hadir melalui sinergi berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan.

Fakky juga menegaskan bahwa Kota Peruri diarahkan menjadi salah satu ikon dan destinasi baru di Jakarta dengan dominasi ruang terbuka hijau, penerapan konsep adaptive reuse, serta prinsip lingkungan berkelanjutan.

“Dengan dominasi ruang terbuka hijau, kami konsisten menerapkan konsep adaptive reuse serta prinsip lingkungan berkelanjutan demi mewujudkan visi Creativity and Innovation for a Sustainable Tomorrow,” tutup Fakky.

 

25/7 Unlocked Jadi Pembuka Rangkaian Acara

Sebelum penyelenggaraan utama pada Desember 2026, rangkaian 25/7 diawali melalui 25/7 Unlocked yang digelar di Taman Kota Peruri pada 26 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi pengenalan awal terhadap konsep dan program yang nantinya dihadirkan dalam 25/7.

Salah satu agenda yang digelar adalah 25/7 Talks, yang menghadirkan Fathia Izzati, personel band Reality Club, dan Talbot Rio, fashion enthusiast, dengan dipandu oleh Arie Dagienkz. Diskusi tersebut membahas hubungan musik dan fashion dalam perkembangan scene kreatif kekinian.

Menurut Fathia Izzati, musik dan fashion memiliki hubungan yang erat, khususnya dalam perkembangan scene independen. Musik tidak hanya tumbuh melalui industri berskala besar, tetapi juga melalui komunitas dan ruang yang memungkinkan musisi bertemu dengan audiens secara lebih organik.

 

Fashion dan elemen visual juga menjadi bagian dari identitas musisi serta dapat berkembang beriringan dengan musik.

“Fashion dan Musik itu saling beriringan, karena sama halnya seperti musik, bagaimana kita berpenampilan juga bisa menjadi bagian dari storytelling dan bentuk ekspresi diri. Dengan adanya ruang baru yang tidak hanya memungkinkan kita untuk menikmati penampilan musik, tetapi juga menjadi tempat untuk nongkrong ataupun melihat berbagai pilihan fashion, pastinya akan menciptakan pengalaman yang lebih seru dan exciting,” ujar Fathia Izzati.

Sementara itu, Talbot Rio menilai fashion merupakan salah satu bentuk ekspresi diri yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, gaya personal tidak selalu berkaitan dengan tren, tetapi juga menjadi cara seseorang menunjukkan karakter dan identitas.

Kehadiran brand lokal dan independen dalam ruang kreatif seperti 25/7 dinilai dapat membuka peluang bagi lahirnya perspektif serta kreativitas baru.

“Fashion bukan hanya soal apa yang sedang tren, tetapi juga cara seseorang meromantisasikan hal yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya sebagai bentuk ekspresi diri. Keterlibatan brand lokal menjadi hal penting di acara seperti 25/7 yang menggabungkan keempat pilar dan sejalan dengan gaya hidup generasi saat ini,” ujar Talbot Rio.

Rangkaian 25/7 Unlocked kemudian ditutup dengan penampilan musik dari LAIR serta DJ dari Klab 73 Soundsystem.

Kehadiran 25/7 menjadi gambaran bagaimana ruang kreatif dapat berkembang menjadi tempat bertemunya berbagai gaya hidup, komunitas, brand, musisi, dan pelaku kreatif. Melalui empat pilar Fashion, F&B, Music, dan Hobbies, 25/7 membawa konsep ruang berkumpul yang lebih fleksibel dan dekat dengan keseharian generasi masa kini.

Dengan penyelenggaraan utama pada 4–5 Desember 2026 di Taman Kota Peruri, 25/7 diharapkan menjadi salah satu ruang kreatif baru di Jakarta yang mempertemukan berbagai minat dan komunitas dalam satu pengalaman lifestyle.

Informasi terbaru mengenai 25/7 dapat diikuti melalui Instagram @twentyfiveseven.id.

Rekomendasi