Maudy Ayunda Foundation dan Save the Children Bangun Ruang Belajar Sementara untuk Anak Terdampak Banjir di Aceh Timur

Ruang Belajar Sementara di Aceh Timur dihadirkan untuk membantu anak-anak terdampak banjir kembali mengakses pendidikan yang aman dan nyaman.

Meski banjir di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera telah surut, pemulihan sektor pendidikan masih menjadi tantangan besar bagi ribuan anak terdampak. Keterbatasan ruang belajar dan terganggunya aktivitas sekolah membuat kebutuhan akan lingkungan belajar yang aman dan nyaman tetap menjadi prioritas dalam masa pemulihan pascabencana.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per Februari 2026, sebanyak 4.922 satuan pendidikan di Sumatera terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 3.120 sekolah berada di Aceh. Kondisi ini memengaruhi lebih dari 707.161 siswa dan 59.620 guru, baik akibat kerusakan infrastruktur maupun terganggunya proses belajar mengajar.

Untuk mendukung pemulihan pendidikan pascabanjir di Aceh Timur, Maudy Ayunda Foundation berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia menghadirkan Temporary Learning Space (TLS) atau Ruang Belajar Sementara. Program ini bertujuan membantu anak-anak kembali mengakses pendidikan melalui fasilitas belajar yang aman serta dukungan literasi.

Inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen Maudy Ayunda Foundation yang sejak 2018 aktif mendukung pendidikan dan pengembangan generasi muda Indonesia. Salah satu fokus utamanya adalah pilar Education Infrastructure, yang berupaya menyediakan fasilitas pendidikan di wilayah yang membutuhkan.

Pendiri Maudy Ayunda, Maudy Ayunda, mengatakan bahwa semangat belajar anak-anak di Aceh Timur menjadi inspirasi utama lahirnya program tersebut.

“Di Aceh Timur, saya melihat langsung bagaimana bencana dapat merusak ruang kelas, tetapi tidak mematahkan semangat anak-anak untuk tetap datang ke sekolah dan belajar. Itu yang paling membekas bagi saya.”

Menurut Maudy, tantangan terbesar anak-anak setelah bencana bukan hanya menjaga motivasi belajar, tetapi juga mendapatkan akses pendidikan yang layak. Karena itu, dukungan terhadap fasilitas pendidikan selama masa pemulihan menjadi sangat penting agar setiap anak tetap memiliki kesempatan untuk belajar.

 

Kehadiran Siswa Masih Menjadi Tantangan

Kebutuhan akan ruang belajar yang aman turut diperkuat oleh hasil Education Rapid Assessment yang dilakukan Save the Children Indonesia di sejumlah wilayah Aceh. Meskipun sekitar 90 persen sekolah telah kembali beroperasi, tingkat kehadiran siswa, khususnya pada jenjang PAUD dan TK, masih rendah.

Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kendala akses dan transportasi hingga kekhawatiran orang tua terhadap keamanan anak-anak mereka pascabencana.

CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menegaskan bahwa Ruang Belajar Sementara tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang pemulihan psikososial bagi anak-anak.

“Di tengah kehilangan dan perubahan besar setelah bencana, Ruang Belajar Sementara menjadi tempat bagi anak-anak untuk kembali merasa aman, bertemu teman-teman, didampingi guru, dan membangun kembali harapan mereka. Karena bagi anak-anak, kembali belajar adalah bagian dari keberanian untuk pulih dan melanjutkan masa depan.”

Dukungan untuk Masa Depan Anak-anak Aceh

Melalui kolaborasi ini, Maudy Ayunda Foundation dan Save the Children Indonesia berharap perhatian terhadap pendidikan pascabencana terus meningkat. Kehadiran ruang belajar yang aman, nyaman, dan suportif diharapkan dapat membantu anak-anak kembali belajar, berkembang, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan Ruang Belajar Sementara bagi anak-anak terdampak banjir di Aceh Timur dapat mengunjungi support.savethechildren.or.id. Informasi lebih lanjut juga tersedia melalui akun resmi savethechildren.or.id. dan maudyayundafoundation.org.

 

Tentang Maudy Ayunda Foundation

Maudy Ayunda Foundation didirikan pada 2018 dengan fokus pada pengembangan generasi muda Indonesia melalui empat pilar utama, yaitu Professional Development, Academic and Project Scholarships, Student & Teacher Support, serta Education Infrastructure. Hingga kini, program mentorship dan scholarship yang dijalankan telah menjangkau lebih dari 3.000 pendaftar dari Indonesia maupun luar negeri.

 

Tentang Save the Children Indonesia

Save the Children merupakan organisasi independen global yang memperjuangkan hak-hak anak untuk hidup sehat, memperoleh pendidikan, dan mendapatkan perlindungan. Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun, organisasi ini bekerja bersama anak, keluarga, masyarakat, serta berbagai mitra untuk menciptakan perubahan berkelanjutan bagi masa depan anak-anak di seluruh dunia.

Rekomendasi