Geely Auto Indonesia melihat musim mudik Lebaran 2026 sebagai momentum penting bagi jutaan keluarga Indonesia yang membutuhkan kendaraan nyaman, efisien, dan aman untuk perjalanan jarak jauh.
Seiring meningkatnya minat terhadap kendaraan elektrifikasi, mobil listrik (EV) dan plug-in hybrid (PHEV) semakin dilirik sebagai solusi mobilitas mudik yang lebih praktis dan hemat energi.
Data survei Kementerian Perhubungan memproyeksikan sekitar 143,9 juta perjalanan terjadi selama periode Lebaran tahun ini. Mobil pribadi masih menjadi moda transportasi paling dominan dengan porsi 52,68 persen, termasuk potensi peningkatan penggunaan kendaraan elektrifikasi.
Tren penggunaan mobil listrik saat mudik juga terus menunjukkan peningkatan.
Setelah lonjakan pengguna EV pada Lebaran 2025 dan perluasan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai jalur utama, porsi kendaraan elektrifikasi diperkirakan semakin besar pada mudik 2026.
“Geely menghadirkan lineup yang siap mendukung setiap perjalanan mudik konsumen secara efisien dan sesuai dengan kebutuhan pemudik di berbagai rute. Sejak awal Maret 2026, kami juga menjalankan program after sales berupa free general check-up, dan kami melihat semakin banyak pengguna datang ke bengkel resmi untuk mempersiapkan kendaraannya sebelum mudik,” ujar Constantinus Herlijoso, Sales and Channel Director Geely Auto Indonesia.
Untuk membantu masyarakat mempersiapkan perjalanan mudik yang lebih optimal, Geely Auto Indonesia juga membagikan sejumlah tips bagi pengguna kendaraan elektrifikasi yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh.
Rencanakan Rute dan Titik Pengisian Daya Perencanaan rute menjadi langkah penting bagi pengguna kendaraan elektrifikasi, khususnya mobil listrik.
Sebelum berangkat, pengemudi disarankan memetakan jalur perjalanan sekaligus mengidentifikasi lokasi SPKLU di sepanjang rute mudik dengan mempertimbangkan jarak tempuh kendaraan.
Lineup EV Geely dirancang untuk mendukung perjalanan antarkota hingga jarak jauh.
Geely EX5 sebagai SUV listrik menawarkan jarak tempuh hingga 495 km, sementara Geely EX2 yang hadir sebagai compact crossover SUV mampu menempuh hingga 395 km dalam sekali pengisian daya.
Kedua model tersebut juga dilengkapi teknologi fast charging yang memungkinkan pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu kurang dari 30 menit, sehingga waktu berhenti selama perjalanan bisa lebih singkat.
Bagi pengguna kendaraan PHEV, fleksibilitas perjalanan menjadi lebih besar.
Kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin memungkinkan efisiensi energi sekaligus mengurangi kekhawatiran terkait jarak tempuh, terutama untuk perjalanan antarkota maupun antarprovinsi.
Salah satu contohnya adalah Geely Starray EM-i, SUV PHEV yang mengusung teknologi EM-i Super Hybrid. Model ini mampu menempuh 105 km dalam mode listrik murni, dengan total jarak tempuh lebih dari 1.000 km dalam satu kali pengisian daya dan bahan bakar.
Geely Starray EM-i juga dilengkapi tiga mode berkendara yang dapat disesuaikan dengan kondisi perjalanan mudik, yaitu Pure EV, Hybrid, dan Power, memberikan fleksibilitas bagi pengemudi untuk menyesuaikan performa dan efisiensi selama perjalanan.
