ESCAPE Jakarta Tutup Perjalanan dengan “The Last Dance”, Bukan Sekadar Closing Party

- Penulis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ESCAPE, salah satu ruang nightlife di Jakarta Selatan, menutup satu bab perjalanan pertamanya melalui “The Last Dance”, sebuah malam yang mempertemukan kembali DJ, musisi, komunitas, dan para pengunjung yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan ESCAPE.

Berdiri sejak Oktober 2025, ESCAPE hadir dengan konsep yang tidak hanya berorientasi pada hiburan malam. Sejak awal, tempat ini membawa gagasan untuk menjadi ruang bagi masyarakat menikmati musik, bertemu dengan orang baru, sekaligus sejenak melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari.

Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui pendekatan “music first”, dengan memberikan ruang bagi beragam genre musik di tengah dinamika industri nightlife Jakarta. House, Melodic Techno, dan Trance menjadi beberapa genre yang mendapat perhatian utama di ESCAPE.

 

Perjalanan ESCAPE dan Kuatnya Komunitas Trance

Salah satu identitas yang berkembang selama perjalanan ESCAPE adalah keberadaannya sebagai ruang bagi komunitas musik Trance. Genre tersebut secara khusus dihadirkan setiap Sabtu, merespons antusiasme audience terhadap musik Trance.

Momen penting terjadi ketika Omnia, DJ asal Inggris, tampil sebagai DJ internasional pertama di ESCAPE. Kehadirannya mendapatkan respons positif sekaligus membuka perspektif baru mengenai besarnya antusiasme terhadap musik Trance di Indonesia.

Baca Juga :  Indonesia Women Fest 2026 Siap Digelar di ICE BSD, Hadirkan Idgitaf hingga Bernadya

Selain Omnia, ESCAPE juga telah menghadirkan sejumlah DJ dan artist dari Indonesia maupun mancanegara, termasuk Riri Mestica, Bobby Suryadi, Innerlight, LTN, Six Pratama, Shammui dari Bali, hingga Smash dari Malaysia.

 

“The Last Dance” Menjadi Perayaan Perjalanan

Mengusung tema “The Last Dance”, malam penutup ESCAPE bukan sekadar pesta perpisahan. Acara tersebut menjadi ruang untuk merayakan musik, komunitas, serta berbagai cerita yang telah terbentuk selama ESCAPE beroperasi.

Nikki Frazetta, Fadlie Zavier, Kreyboy, Jennie, dan Rizky Bastian turut memeriahkan malam tersebut. Mereka tampil bersama dukungan DAVVA, Innerlight, LTN, Mahaputra, serta MC Double D.

Bagi ESCAPE, pertemuan tersebut menjadi simbol bahwa perjalanan sebuah tempat nightlife tidak hanya dibangun melalui musik dan pertunjukan, tetapi juga melalui orang-orang dan komunitas yang menghidupkan atmosfer di dalamnya.

Baca Juga :  Boyzlife Buka Konser Mariah Carey di Jakarta

 

ESCAPE Ingin Menjadi “Rumah” bagi Pecinta Musik

Sejak awal, ESCAPE membawa gagasan sebagai tempat yang lebih dari sekadar klub malam. Audience diharapkan dapat menemukan musik baru, menikmati genre yang mereka sukai, bertemu dengan orang-orang dengan passion yang sama, dan membangun pengalaman baru.

“ESCAPE bukan sekadar klub, tapi juga rumah,” menjadi gagasan yang menggambarkan perjalanan tersebut.

Dengan berakhirnya bab pertama, perjalanan ESCAPE belum benar-benar selesai. Pesan yang ditinggalkan melalui “The Last Dance” justru mengarah pada fase berikutnya: ESCAPE 2.0.

ESCAPE sendiri merupakan tempat hiburan malam yang berada di Jakarta Selatan dan menyasar audience Gen Z hingga Millennials. Konsepnya dibangun untuk menghadirkan warna baru dalam nightlife Jakarta sekaligus menciptakan ruang bagi berbagai genre musik dan komunitasnya.

Dengan demikian, “The Last Dance” bukan hanya menandai berakhirnya sebuah fase, tetapi juga menjadi penanda perjalanan baru yang akan membawa identitas ESCAPE menuju bab berikutnya.

Sampai bertemu di rumah selanjutnya: ESCAPE 2.0.

Follow WhatsApp Channel dapurletter.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Doddy Katamsi Meninggal Dunia, Mantan Vokalis Elpamas Berpulang di Usia Perjuangan Melawan Komplikasi Penyakit
Scarlet Lady (Scady) Rilis “Siapa yang Lebih Dulu Hancur”, Angkat Isu Kekerasan terhadap Hewan
Serafesya Rilis “The Box”, Single Pop tentang Kehilangan dan Seni Merelakan Kenangan
PSYCHIC FEVER Rilis Album Kedua DIFFERENT, Tampilkan Eksplorasi Musik Global dan Identitas Tujuh Anggota
Mayangsari Luncurkan single & Music Video “Selama Kita Bersama” pada 14 Oktober 2026, Hadirkan Intimate Showcase di Shamrock Gandaria
Siksakubur Sambut 30 Tahun Perjalanan, Kembalinya Andre Tiranda Jadi Momentum Kebangkitan Death Metal Indonesia
Fe Rilis Single Debut “Selamat Datang”, Lagu Pop tentang Penerimaan Hidup
Keluar dari Label, Manusia Aksara Rilis “TANDA TANYA”, Single Terbaru tentang Kehilangan Jati Diri dan Tekanan Standar Sosial

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Doddy Katamsi Meninggal Dunia, Mantan Vokalis Elpamas Berpulang di Usia Perjuangan Melawan Komplikasi Penyakit

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Scarlet Lady (Scady) Rilis “Siapa yang Lebih Dulu Hancur”, Angkat Isu Kekerasan terhadap Hewan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Serafesya Rilis “The Box”, Single Pop tentang Kehilangan dan Seni Merelakan Kenangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:19 WIB

PSYCHIC FEVER Rilis Album Kedua DIFFERENT, Tampilkan Eksplorasi Musik Global dan Identitas Tujuh Anggota

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Mayangsari Luncurkan single & Music Video “Selama Kita Bersama” pada 14 Oktober 2026, Hadirkan Intimate Showcase di Shamrock Gandaria

Berita Terbaru

error: Content is protected !!