Sal Priadi Rilis Video Musik Ada Titik-Titik di Ujung Doa, Potret Sunyi Seorang Ayah Pengemudi Truk

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyanyi dan penulis lagu Sal Priadi kembali memperluas narasi emosional dari albumnya, Markers and Such, Pens, Flashdisks (MASPF), lewat perilisan video musik Ada Titik-Titik di Ujung Doa pada 11 Maret 2026. Visual berdurasi 8 menit 9 detik itu menghadirkan kisah sunyi tentang kerinduan, jarak, dan rasa bersalah yang kerap hadir dalam hubungan keluarga.

Bagi Sal Priadi, “titik-titik” dalam doa bukan sekadar jeda atau kekosongan. Ia justru menjadi ruang sunyi tempat nama orang-orang tersayang disebut dengan lirih di penghujung malam.

Baca Juga :  Ketika Bahagia Justru Menakutkan Batas Senja Tuangkan Rasa Takut Kehilangan di ‘Ketakutanku’

Makna itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam video musik yang ditulis sekaligus disutradarai oleh Bernardus Raka. Melalui pendekatan visual yang intim, Raka memusatkan cerita pada sosok seorang ayah yang bekerja sebagai pengemudi truk jarak jauh.

Di balik rutinitas perjalanan dan pekerjaan yang melelahkan, tersimpan pergulatan batin yang tak pernah benar-benar terucap. Jarak yang panjang dan waktu yang tersita perlahan menghadirkan rasa kehilangan—sebuah kenyataan yang sering dialami banyak orang yang harus berjuang jauh dari keluarga.

Sejalan dengan lirik lagu yang reflektif, video musik ini memperlihatkan bagaimana doa menjadi ruang paling jujur bagi seseorang untuk menyebut nama orang yang dirindukan. Tanpa banyak dialog, kisahnya bergerak melalui gestur, perjalanan, dan kesunyian yang terasa dekat dengan realitas banyak orang.

Baca Juga :  “Merbabu”, Ady Lanjutkan Narasi Pegunungan dengan Rasa Lebih Dalam

Perilisan video musik ini sekaligus menjadi penanda bagaimana Sal Priadi terus memperluas dunia naratif dari album Markers and Such, Pens, Flashdisks—sebuah karya yang dipenuhi fragmen kenangan, hubungan manusia, dan emosi yang sering kali hanya bisa diucapkan lewat lagu.

 

Follow WhatsApp Channel dapurletter.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rock in Solo 2026 Resmi Ditunda hingga 2027, Panitia Utamakan Nilai Kemanusiaan dan Empati
Sigit Wardana Launching showcase EP Eksisten!, Hadirkan Lagu Remake dan Cerita tentang Kesederhanaan Hidup
Alika Shafira Eksplorasi Karakter Musik Lewat EP Tujuh Lagu, dari Patah Hati hingga Jatuh Cinta
Eas.y Comeback Lewat “To Saturn and Beyond”, Kisah Cinta di Waktu yang Salah Bersama Bima Geraldi
Rayakan 25 Tahun Berkarya, Simple Plan Gelar Konser di Jakarta dan Surabaya November 2026
Sigit Wardana Gelar Showcase EP Eksisten! Gratis di Jakarta
Lyodra Hadirkan Album Ketiga Terkunci di Kamu, Kisah Perjalanan dari Patah Hati hingga Jatuh Cinta Kembali
Avenged Sevenfold Guncang JIS 10 Oktober 2026, 15 Lagu Hadirkan Momen Berkesan bagi Deathbat Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Rock in Solo 2026 Resmi Ditunda hingga 2027, Panitia Utamakan Nilai Kemanusiaan dan Empati

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:10 WIB

Sigit Wardana Launching showcase EP Eksisten!, Hadirkan Lagu Remake dan Cerita tentang Kesederhanaan Hidup

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:01 WIB

Alika Shafira Eksplorasi Karakter Musik Lewat EP Tujuh Lagu, dari Patah Hati hingga Jatuh Cinta

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Eas.y Comeback Lewat “To Saturn and Beyond”, Kisah Cinta di Waktu yang Salah Bersama Bima Geraldi

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Sigit Wardana Gelar Showcase EP Eksisten! Gratis di Jakarta

Berita Terbaru

error: Content is protected !!