Tanda Seru Gandeng Roy Jeconiah Rilis Ulang Lagu Kontroversial “Panitia Akhirat”

Band grunge asal Yogyakarta, Tanda Seru, resmi merilis ulang lagu kontroversial mereka “Panitia Akhirat” dengan menggandeng Roy Jeconiah, vokalis legendaris Boomerang. Kolaborasi lintas generasi ini mempertegas posisi Tanda Seru sebagai band yang konsisten menyuarakan kritik sosial secara terbuka dan tanpa kompromi. “Panitia Akhirat” dikenal sebagai lagu yang mengkritik praktik moralitas palsu, penghakiman sepihak, serta penggunaan agama sebagai alat kontrol sosial. Sejak rilis perdananya, lagu ini menuai pro dan kontra, termasuk penolakan serta intimidasi. Namun kontroversi tersebut justru memperluas eksposur Tanda Seru di publik. Nama Tanda Seru mulai mendapat sorotan luas…

Baca selengkapnya

Strange Fruit Lepas “Monopolar”, Eksplorasi Electronic Pop Gelap yang Hipnotik Menuju EP Drips

Strange Fruit kembali mempertegas eksistensinya di lanskap musik elektronik Indonesia lewat single terbaru berjudul “Monopolar”, lanjutan dari rilisan sebelumnya “Iridescent”. Lagu ini menjadi bagian penting menuju peluncuran EP terbaru mereka, Drips, sekaligus penanda fase kreatif baru setelah satu dekade absen dari skena. “Monopolar” hadir sebagai nomor electronic pop bernuansa gelap dan surealis, bergerak pelan namun sugestif, seolah membawa pendengarnya masuk ke ruang antara kesadaran dan mimpi. Irza Aryadiaz menyebutnya sebagai “multiverse baru”—sebuah dunia sonik yang menyerap pendengar ke dalam orbit bunyi sintetis yang imersif. Secara konseptual, istilah monopolar dimaknai sebagai…

Baca selengkapnya

32 Tahun Berkarya, Base Jam Abadikan Perjalanan Lewat Buku Biografi

Band pop legendaris Base Jam merayakan 32 tahun perjalanan karier dengan meluncurkan buku biografi berjudul Dari Band Sepele Hingga Tiga Dekade. Buku ini resmi dirilis pada 15 Januari 2026, bertepatan dengan hari jadi Base Jam. Ditulis oleh Ramzy Has, buku tersebut merangkum dinamika perjalanan Base Jam sejak terbentuk pada 1994 hingga mampu bertahan lebih dari tiga dekade di industri musik Indonesia. Masa kejayaan era 90-an turut dibahas, termasuk lahirnya lagu-lagu populer seperti “Bermimpi”, “Jatuh Cinta”, “Takkan Berpaling Cinta”, dan “Bukan Pujangga”. Tak hanya memuat kisah dari personel aktif, buku ini…

Baca selengkapnya

Reezal Noerdza Angkat Realita Hidup Lewat Single “Apa Adanya”

Musisi dan penulis lagu Reezal Noerdza merilis single terbaru berjudul “Apa Adanya”, sebuah karya yang merefleksikan realita hidup di tengah budaya validasi sosial yang kian kuat, terutama di ruang digital. Lewat lagu ini, Reezal menyoroti kecenderungan banyak orang untuk menampilkan versi hidup yang tampak sempurna, meski tak selalu sesuai dengan kenyataan. “Apa Adanya” hadir sebagai pengingat bahwa hidup tak harus selalu ideal untuk bisa dinikmati. Dibalut aransemen pop yang easy listening, lagu ini mengusung lirik sederhana, jujur, dan dekat dengan keseharian. Reezal menggambarkan kehidupan yang penuh tantangan, namun tetap menyisakan…

Baca selengkapnya

Vadesta Tutup Trilogi Cinta Lewat Single “Aku Tetep Bali”

Band Pop Jawa asal Yogyakarta, Vadesta, merilis single terbaru “Aku Tetep Bali” pada 16 Januari 2026. Lagu ini menjadi penutup dari trilogi cinta yang telah mereka bangun sejak September 2025, setelah sebelumnya merilis “Sampeyan” dan “Kesalahanmu”. Trilogi tersebut dirancang sebagai satu rangkaian cerita yang saling terhubung, baik melalui lagu maupun video musik. Kisahnya mengikuti perjalanan sepasang kekasih yang bersiap menuju pernikahan, menghadapi konflik, hingga akhirnya memilih kembali bersama. “Sampeyan” (12 September 2025) membuka cerita dengan nuansa hangat masa persiapan pernikahan. Fase ini kemudian berlanjut ke konflik melalui “Kesalahanmu” (14 November…

Baca selengkapnya

Film Horor-Komedi “Sebelum Dijemput Nenek” Tayang Hari Ini, Angga Yunanda & Dodit Mulyanto Jadi Saudara Kembar

Film horor-komedi Sebelum Dijemput Nenek resmi tayang hari ini di seluruh bioskop Indonesia. Film produksi Rapi Films ini disutradarai oleh Fajar Martha Santosa dan menggabungkan unsur horor berbasis mitos lokal dengan komedi karakter yang ringan. Film ini mempertemukan Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto sebagai saudara kembar, Hestu dan Akbar. Perbedaan karakter keduanya menjadi sumber utama komedi: Hestu digambarkan dingin dan serius, sementara Akbar tampil santai dan polos. Chemistry keduanya mendapat respons positif sejak penayangan perdana. Bagi Angga Yunanda, film ini menjadi proyek yang berbeda dari peran-peran sebelumnya. Ia tampil lebih…

Baca selengkapnya

Hegemony of God Rilis Video Klip “Damned (Orchestra Version)” feat. Kaffah Almira

Hegemony of God, band metal asal Cianjur, Jawa Barat, resmi merilis video klip “Damned (Orchestra Version)” featuring Kaffah Almira pada 11 Januari 2026 melalui kanal YouTube resmi mereka. Video klip ini tayang perdana pukul 19.15 WIB. “Damned” merupakan salah satu lagu dari album kedua Hegemony of God, Ethereal (2024), yang sebelumnya masuk nominasi Album Metal Terbaik AMI Awards 2024. Dalam versi terbaru ini, band menghadirkan pendekatan berbeda melalui aransemen orkestra yang lebih tenang, emosional, dan sinematik. Berbeda dari materi lain dalam album Ethereal yang cenderung agresif, “Damned” sejak awal memiliki…

Baca selengkapnya